Breaking News:

DPRD Pekanbaru

Jalan Juanda dan M Yamin Nyaris Tutup, DPRD Minta Kontraktor IPAL Pastikan Lalin Lancar di Jam Sibuk

Beberapa ruas jalan di Kota Pekanbaru, kini macet karena adanya pekerjaan galian IPAL. Terutama di ruas Jalan A Yani, Juanda, dan M Yamin

Penulis: Syafruddin Mirohi | Editor: Nurul Qomariah
Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir
Galian IPAL di Pekanbaru bikin jalan rusak dan macet. DPRD Pekanbaru minta kontraktor IPAL pastikan lalin lancar di jam sibuk. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Beberapa ruas jalan di Kota Pekanbaru, kini macet karena adanya pekerjaan galian Instalasi Perpipaan Air Limbah (IPAL). Terutama di ruas Jalan A Yani, Jalan Juanda, Jalan M Yamin dan beberapa ruas jalan lainnya.

Kemacetan makin parah dalam beberapa pekan terakhir, karena pekerjaan galian IPAL yang nyaris menutup akses jalan.

Seperti halnya di Jalan Karet ke Jalan M Yamin, yang ditutup total.

Harusnya kondisi ini harus dicarikan jalur alternatif, sehingga kendaraan tak menumpuk.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Pekanbaru Wan Agusti menegaskan, bahwa yang harus dilakukan kontraktor IPAL sekarang ini, harus mengatur arus lalin di titik macet tersebut.

Terutama di jam-jam padat kendaraan, pagi dan sore hari.

"Kalau memang memungkinkan, lakukan pengalihan arus. Karena sangat mengganggu jika dibiarkan," sebut Wan Agusti kepada Tribunpekanbaru.com, Jumat (12/11/2021).

Beberapa hari terakhir, di lokasi kemacetan jarang ada petugas yang mengatur arus lalu lintas.

Padahal, badan jalan nyaris penuh digali, sehingga akses jalan yang dilalui hanya tinggal dua hingga tiga meter saja.

Kondisi ini tentunya sangat disayangkan kalangan DPRD. Apalagi di Jalan Juanda dan Jalan A Yani dari simpang M Yamin hingga depan Pasar Bawah.

Di titik tersebut, sangat dibutuhkan petugas untuk menghindari kecelakaan.

"Kita minta kerjasama lah dengan Dishub untuk pengaturan lalin ini. Jika perlu libatkan Polantas.
Sebab kemacetan akibat galian IPAL ini, di jalur ramai lalu lalang kendaraan," katanya.

Lebih dari itu, Politisi Partai Gerindra ini meminta, agar kontraktor tidak terlalu membiarkan jalan yang rusak akibat galian, terlalu lama.

"Kan yang digali posisinya di tengah. Artinya di kanan dan kiri jalan bisa dibaguskan lah. Jangan dibiarkan berlubang, kasihan masyarakat," pintanya.

( Tribunpekanbaru.com / Syafruddin Mirohi )

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved