Breaking News:

DPRD Pekanbaru

Anggota DPRD Pekanbaru Sebut Penanganan Banjir Tak Pernah Serius

Anggota DPRD Pekanbaru menyebut penanganan banjir tak pernah serius. Ini sebabnya

Penulis: Syafruddin Mirohi | Editor: Ariestia
TRIBUNPEKANBARU.COM/FERNANDO SIKUMBANG
Anggota DPRD Pekanbaru menyebut penanganan banjir tak pernah serius. FOTO: Pengendara sepeda motor menerjang genangan banjir di jalan Perumahan Pesona Harapan Indah, Jalan Cengkeh, Kota Pekanbaru pada awal pekan ini. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Anggota DPRD Pekanbaru menyebut penanganan banjir tak pernah serius. Apa sebabnya?

Anggaran penanganan banjir Kota Pekanbaru tahun 2022 mendatang, sudah diusulkan dalam R-APBD 2022, sebesar Rp 30 miliar.

Nilai tersebut, jauh dari target untuk penyelesaian masalah klasik ini, yang menelan dana ratusan miliar. 

Untuk diketahui, anggaran penanganan banjir tahun 2021 ini, hanya disiapkan Rp 13 miliar. Kondisi ini dinilai kalangan legislator di DPRD Pekanbaru, sebagai penanganan yang tidak serius, alias pelepas tanya.

Anggota Komisi IV DPRD Pekanbaru Ruslan Tarigan SPd MH mengaku, penanganan banjir di kota ini belum menemukan solusi konkrit. Bahkan kini jumlah titik banjir kian bertambah.

"Yang dilakukan pemerintah, baik Pemko Pekanbaru, Pemprov Riau dan pemerintah pusat saat ini, tidak menunjukkan keseriusan. Kalau seperti ini, (banjir) di kota ini takkan pernah selesai," tegas Politisi senior PDI-P ini kepada Tribunpekanbaru.com, Minggu (21/11/2021).

Selain minimnya pasokan anggaran setiap tahun untuk penanganan banjir, Ruslan juga melihat titik banjir makin meluas di kota ini, karena pembangunan yang banyak melanggar aturan.

Baik itu Ruko, perumahan, termasuk juga perkantoran. Padahal, jika pengawasan izin pembangunan tersebut diawasi, maka tidak sampai seperti sekarang banjir terjadi, apalagi hujan sudah mengguyur lebih dari satu jam.

"Persoalan ini penanganan harus komprehensif. Ini yang tidak jalan kita lihat selama ini. Termasuk harus adanya pembuatan waduk atau kolam retensi, pembangunan drainase yang benar, hingga kepastian adanya saluran primer dan sekunder," terangnya.

Lebih lanjut Ruslan mengatakan, bahwa pemerintah jangan hanya lips servis dan seadanya saja, dalam mengatasi masalah banjir ini. Pemko Pekanbaru harus berpikir ril, bahwa dari sekarang diantisipasi meluasnya permasalahan banjir di ibukota Provinsi Riau ini.

"Kita sudah bosan juga memberikan saran, tapi tak pernah realisasikan. Kasihan masyarakat, terus menjadi korban banjir," katanya. (Tribunpekanbaru.com/Syafruddin Mirohi).

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved