Breaking News:

DPRD Pekanbaru

SMPN Minim di Pekanbaru, DPRD Pekanbaru Sedih dan Kecewa Tahun Depan Tak Ada Pembangunan USB

DPRD Pekanbaru mengaku sedih dan kecewa, tahun depan (2022) Disdik Pekanbaru tidak ada rencana untuk pembangunan USB untuk SMPN.

Penulis: Syafruddin Mirohi | Editor: Ariestia
Istimewa
DPRD Pekanbaru mengaku sedih dan kecewa, tahun depan (2022) Disdik Pekanbaru tidak ada rencana untuk pembangunan USB untuk SMPN. FOTO: Anggota DPRD Pekanbaru Sigit Yuwono 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - DPRD Pekanbaru mengaku sedih dan kecewa, tahun depan (2022) Disdik Pekanbaru tidak ada rencana untuk pembangunan unit sekolah baru (USB), untuk SMPN.

Kepastian ini sudah disampaikan Disdik Pekanbaru, saat pertemuan dengan Komisi IV DPRD Pekanbaru. Ada beberapa alasan kenapa Disdik tidak bisa melaksanakan pembangunan USB SMPN tahun 2022.

"Satu di antara alasannya, karena terkendala lahan untuk pembangunannya. Sejauh ini, Pemko masih sulit cari lahan," kata Ketua Komisi IV DPRD Pekanbaru Sigit Yuwono ST, Rabu (24/11 /2021) kepada Tribunpekanbaru.com.

Seperti diketahui, jumlah SMP di Kota Pekanbaru masih sangat minim.

Dari data yang diterima Komisi IV DPRD, hanya 47 SMPN di Kota Pekanbaru.

Empat puluh tujuh SMPN di Pekanbaru ini tersebar di 15 Kecamatan.

Pada tahun 2021 ini, Disdik hanya membangun dua USB SMP, yakni di Kecamatan Tuah Madani.

"Jadi solusinya ke depan agar bisa dibangun SMPN, kalau masyarakat ada menghibahkan tanah, kita pastikan Pemko akan membangunnya," sarannya.

Lebih lanjut disampaikan Politisi Senior Partai Demokrat ini, bahwa keberadaan SMPN di Kota Pekanbaru saat ini, tidak merata.

Terutama di daerah yang berkembang, seperti Kecamatan Tampan (Tuah Madani dan Bina Widya), Rumbai dan Tenayan Raya-Kulim.

Di daerah tersebut, keberadaan SMPN masih minim. Bahkan paling banyak terdapat hanya dua SMPN. Padahal jumlah penduduknya sangat banyak, tidak sesuai persentasenya.

"Bahkan untuk wilayah Tampan (Tuah Madani dan Bina Widya), baru 25 persen penyerapannya. Jadi, masih kurang, apalagi masalah zonasi tahun ajaran baru nanti, akan menjadi persoalan lagi.

Harusnya pemerintah lakukan pemetaan untuk kekurangan SMPN ini," terangnya.

Disdik Pekanbaru sudah mengusulkan anggaran untuk tahun 2022 dalam APBD Murni 2022, sebesar Rp 530 miliar lebih. Nilai ini sudah termasuk dana operasional, serta semua kegiatan di Disdik Pekanbaru.

"Tapi untuk pembangunan USB SMPN tidak ada. Hanya untuk rehab sekolah yang ada saja. Termasuk untuk membaguskan instalasi listrik, untuk antisipasi kebakaran," sebutnya. (Tribunpekanbaru.com/Syafruddin Mirohi).

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved