Jumat, 24 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Berita Riau

Selamat, Anak Gajah Lahir di Camp Elephants Flying Squad Balai TNTN Riau

Seekor anak gajah sumatera lahir dengan selamat, Kamis (2/12/2021) di Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) Riau

Penulis: Rizky Armanda | Editor: Sesri
ISTIMEWA
Seekor anak gajah sumatera (Elephas maximus sumatrensis) lahir dengan selamat, Kamis (2/12/2021) di TNTN Riau 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) Riau kedatangan anggota baru.

Seekor anak gajah sumatera (Elephas maximus sumatrensis) lahir dengan selamat, Kamis (2/12/2021) kemarin.

Anak gajah ini lahir dari indukan bernama 'Ria', yang berusia 45 tahun di Camp Elephants Flying Squad, Balai TNTN, Desa Lubuk Kembang Bungo, Kecamatan Ukui Kabupaten Pelalawan.

Anak gajah ini merupakan anak keempat dari Gajah 'Ria' yang dilahirkan di Camp Elephants Flying Squad Balai TNTN, sebagai hasil dari breeding dengan gajah liar.

Sebelumnya gajah 'Ria' juga telah melahirkan 3 ekor anaknya yang bernama Tesso, Tino, dan Harmoni Rimbo.

"Hasil pengukuran morfometri, anak gajah yang baru lahir tersebut, memiliki tinggi badan 86 cm, panjang badan 102 cm, lingkar badan 103 cm dan berat badan 84 kg. Proses kelahiran berlangsung secara normal dengan induk dan bayi dalam keadaan sehat," kata Heru Sutmantoro, Kepala Balai TNTN, Sabtu (4/12/2021).

Lanjut dia, untuk lebih memastikannya, tim medis dari Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau melakukan pemeriksaan kesehatan induk dan bayi gajah.

Baca juga: Gading Gajah Digerenda dan Sabu Diblender, Kejari Pelalawan Musnahkan Barang Bukti, Apa Saja?

Baca juga: VIDEO: BBKSDA Temukan Gajah Liar Betina Sakit di Kebun Sawit di Riau, Tim Lakukan Pengobatan

Diungkapkan Heru, dalam rentang waktu 5 tahun terakhir, Camp Elephants Flying Squad Balai TNTN sudah mengalami 4 kali kelahiran anak gajah dari dua ekor induk gajah jinak, yakni 'Lisa' dan 'Ria'.

Sebelumnya pada akhir tahun 2020 lalu, induk gajah 'Lisa' juga baru saja melahirkan satu ekor anak gajah berjenis kelamin jantan yang kini diberi nama 'Ryu'.

Kelahiran-kelahiran anak gajah sumatera ini, menjadikan kawasan hutan TNTN menjadi habitat penting yang berkontribusi dalam peningkatan populasi satwa berbadan besar ini.

Pada Tahun 2011 IUCN telah menetapkan tentang status konservasi Gajah Sumatera ke dalam kategori Critically Endangered (CR) yang artinya satwa ini berada diambang kepunahan.

Gajah sumatra merupakan salah satu jenis mamalia yang dilindungi sebagaimana tercantum dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Perubahan kedua Atas Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Dilindungi.

"Kelahiran-kelahiran bayi gajah di Elephant Flying Squad Balai TNTN meningkatkan optimisme dan semangat TNTN sebagai pusat konservasi Gajah Sumatera di Riau dalam melestarikan kembali populasi gajah sumatera," ungkap Heru lagi.

Heru mengungkapkan, dengan lahirnya anak gajah dari indukan 'Ria' ini, maka saat ini jumlah total gajah sumatera di Camp Elephants Flying Squad Balai TNTN menjadi 10 ekor, yang terdiri dari 4 ekor gajah dewasa, 2 ekor gajah remaja, 4 ekor gajah anak.

( Tribunpekanbaru.com / Rizky Armanda)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved