Breaking News:

DPRD Pekanbaru

DPRD Pekanbaru Berharap Klaster Covid-19 di AIS Tak Pengaruhi Belajar Tatap Muka Sekolah Lainnya

DPRD Pekanbaru sangat senang dengan penanganan klaster Covid-19 di sekolah Abdurrab Islamic School (AIS), yang terukur dan terarah.

Penulis: Syafruddin Mirohi | Editor: Ariestia
Tribun Pekanbaru/Fernando Sikumbang
DPRD Pekanbaru sangat senang dengan penanganan klaster Covid-19 di sekolah Abdurrab Islamic School (AIS), yang terukur dan terarah. FOTO: Suasana pemulangan pasien kontak erat di Klaster covid-19 Abdurrab Islamic School, Minggu (5/12/2021). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Komisi III DPRD Pekanbaru yang membidangi pendidikan, sangat senang dengan penanganan klaster Covid-19 di sekolah Abdurrab Islamic School (AIS), yang terukur dan terarah.

Sehingga tidak ada muncul lagi tambahan klaster lainnya.

Langkah yang sudah dilakukan Tim Satgas Covid 19, dengan menutup aktivitas di sekolah Abdurrab tersebut, dinilai tepat. Dengan begitu, bisa memutus mata rantai virus tersebut.

"Tapi kita berharap, tidak berpengaruh pada sekolah lainnya. Artinya, jangan sampai pula sekolah lainnya ditutup hanya karena klaster Abdurrab," kata Wakil Ketua Komisi III DPRD Pekanbaru H Ervan, kepada Tribunpekanbaru.com, Senin (6/12/2021).

Politisi Partai Gerindra tersebut mengaku, sampai saat ini memang belum ada penutupan sekolah lainnya.

Namun dia sangat berharap, tidak ada penutupan belajar tatap muka di sekolah, atau pun pengurangan jam belajar.

Sebab, anak-anak baru saja merasakan belajar tatap muka. Jangan sampai rasa cinta anak-anak belajar hilang, karena ada kebijakan baru.

Apalagi diketahui, belajar daring sangat tidak mendukung proses belajar mengajar yang baik.

"Pembelajaran daring kita nilai tidak efektif diterapkan. Kita dorong Pemko untuk terus belajar tatap muka ini, tak ada lagi daring," tegasnya.

Terpisah, Kepala Disdik Pekanbaru Ismardi Ilyas menegaskan, bahwa pihaknya memastikan, klaster Abdurrab tidak berpengaruh dengan pembelajaran tatap muka di sekolah lain.

Namun ini harus menjadi pelajaran berharga bagi sekolah lainnya, bagaimana pentingnya menerapkan prokes yang ketat.

"Tidak, tidak terganggu. Sekolah lain tetap pada format belajar yang ada," tegasnya. (Tribunpekanbaru.com/Syafruddin Mirohi).  

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved