Jumat, 10 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Harga Babi Melejit, Warga Thailand Pilih Mengonsumsi Daging Buaya

Menurut pemerintah Thailand, 1.150 orang di negara itu memiliki peternakan buaya atau terlibat dalam bisnis perdagangan buaya

Dok. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok
ILUSTRASI 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Masyarakat Thailand terpaksa beralih ke daging buaya setelah harga daging babi di negara Gajah Putih itu meroket.

Permintaan daging buaya pun dilaporkan melonjak di Thailand.

Kenaikan harga daging babi diketahui sebagai akibat dari kekurangan pasokan yang disebabkan oleh penyebaran demam babi Afrika di negara itu.

Kekurangan daging babi yang menjadi bagian penting dari makanan warga Thailand ini pun diperkirakan masih akan berlangsung selama beberapa bulan ke depan.

Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha pekan lalu memerintahkan badan-badan pemerintah untuk segera mengatasi masalah pasokan makanan dan lonjakan harga.

Ini sangat penting baginya menjelang pemilihan umum yang akan diadakan pada Maret 2023.

"Banyak penjual makanan dan restoran datang kepada saya untuk meminta daging buaya untuk dibeli," kata Wichai Roongtaweechai, sebagaimana diberitakan Nikkei Asia, Jumat (21/1/2022).

Pria berusia 65 tahun ini mengoperasikan peternakan buaya seluas 3 hektar di provinsi Nakhon Pathom, 60 km sebelah barat Bangkok.

Kapasitas peternakan itu mampu menampung 10.000 buaya.

Sampai saat ini, sebagian besar peternakan menjual kulit buaya ke industri fesyen dan dagingnya dijual atau diekspor ke restoran, termasuk restoran Cina, yang menyajikan daging eksotis.

Namun, dalam beberapa minggu terakhir, penjualan daging buaya milik Wichai melonjak hingga lebih dari 100 kg per hari, naik dari hanya sekitar 20 kg sehari.

Dia mengaku bisa mendapatkan sekitar 50 kg daging dari setiap buaya.

Pelanggan baru muncul di peternakannya hampir setiap hari.

Wichai menceritakan ada seorang pemilik toko mi dari Bangkok telah membeli daging buaya darinya untuk kali pertama pada Senin (17/1/2022).

Penjual mi tersebut membeli daging buaya sebagai alternatif karena daging babi harganya naik.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved