Berita Riau

Peternak Sapi di Riau Ketar-ketir, Penyakit Langka Menyebar di 7 Daerah Ini, Inhu Paling Banyak

Para peternak sapi di Riau saat ini sedang gusar. Pasalnya di sejumlah daerah di Riau banyak ditemukan sapi yang tepapar penyakit langka.

Penulis: Syaiful Misgio | Editor: Ariestia
bbvetwates.ditjenpkh.pertanian.go.id
Para peternak sapi di Riau saat ini sedang gusar. Pasalnya di sejumlah daerah di Riau banyak ditemukan sapi yang tepapar penyakit langka. FOTO: Sapi yang mengidap Lumpy Skin Disease (LSD) 

Sebelumnya tim dari ‎Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Riau mengirimkan sampel sapi yang diduga kuat terserang penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) ‎ke laboratorium yang ada di Bogor.

Pada saat turun ke Inhu, tim melakukan pengambilan sampel darah sapi diduga terkena LSD tersebut untuk diteliti di laboratorium di Bogor.

Saat ini, hasil pemeriksaan tersebut juga sudah keluar.

"Hasil pemeriksaannya sudah keluar, karena itu akan segera kami bahas bersama tim yang ada. Apa tindak lanjut yang akan dilakukan, nanti kami informasikan," katanya.

Setelah hasil lab keluar, tim ‎segera membahas hasil pemeriksaan menangani penyakit LSD pada sapi yang telah ditemukan di Kabupaten Indragiri Hulu.

Pemeriksaan tersebut dilakukan oleh pihak Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian (Kementan).

Herman mengatakan, setelah adanya sapi di Inhu yang diduga terkena penyakit LSD. Tim dari Dinas PKH Riau bersama tim dari Ditjen PKH Kementan langsung turun kelokasi untuk melakukan pemeriksaan.

"Beberapa waktu lalu, tim dari Dinas PKH Riau dan Ditjen PKH Kementan sudah meninjau langsung sapi-sapi di Inhu tersebut," katanya.

Sementara itu, Dirjen PKH Kementan Nasrullah menyampaikan, pihaknya siap mengerahkan sumber daya untuk menangani penyakit LSD pada sapi yang telah ditemukan di Provinsi Riau.

LSD pada sapi telah ditemukan sebelumnya juga terjadi di beberapa negara di Asia termasuk di Asia Tenggara, seperti Thailand, Malaysia, Vietnam, Myanmar, Laos, dan Kamboja.

"Untuk penanganan LSD di Riau, kita akan kerahkan dokter hewan dan paramedik staf Kementan di Riau untuk membantu melakukan vaksinasi," katanya.

Lebih lanjut dikatakannya, pihaknya meminta kepada semua peternak dan juga dinas yang menangani fungsi peternakan dan kesehatan hewan, baik di kabupaten maupun provinsi agar melakukan pembatasan lalu lintas ternak untuk pencegahan penyebarluasan penyakit LSD ini.

Seperti diketahui, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Provinsi Riau telah menurunkan tim dokter hewan menindaklanjuti adanya laporan 18 ekor sapi di Kabupaten Indragiri Hulu, Riau terkena penyakit langka.

Selain diperiksa, tim juga mengambil sampel darah sapi yang terkena penyakit tersebut. Kemudian, sampel darah itu dikirim ke Balai Penelitian Hewan Bukittinggi dan Bogor.

Selain mengirim sampel, Dinas PKH Riau juga sudah melaporkan temuan dugaan penyakit langkah itu ke Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH), Kementerian Pertanian di Jakarta melalui Sistem Informasi Kesehatan Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional (SIKHNAS). (Tribunpekanbaru.com/Syaiful Misgio)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved