Dibantu dan Dilatih PT RAPP, Ekonomi Keluarga Sudri Menanjak Berkat Tanam Jambu Kristal & Jambu Madu
PT RAPP adalah perusahaan yang memiliki tanggung jawab sosial dan turut berupaya meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup masyarakat.
Penulis: Mayonal Putra | Editor: Sesri
TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Petani tradisional kampung Olak, kecamatan Sungai Mandau amat bersyukur ekonomi keluarganya meningkat sejak 5 tahun terakhir.
Peningkatan itu ia rasakan dari hasil panen jambu kristal dan jambu madu di sekitar rumahnya.
Petani itu bernama Sudri (43). Warga Olak yang awalnya hanya tahu menanam dan memupuk itu tak menyangka bakal sejahtera lewat tanaman jambu. Awalnya tanaman dua komoditas itu dianggap hanya sebagai sampingan, namun justru kedua tanaman itu yang mengangkat ekonomi keluarganya.
Sudri berkesempatan membagikan cerita dan kiat suksesnya dengan jambu kristal dan jambu madu kepada Tribunpekanbaru.com, Senin (4/4/2022).
Sebagai kepala keluarga, ia ingin menyenangkan istri dan anak-anaknya. Segala pekerjaan sudah dicoba, namun keberuntungan datang dari pokok jambu juga.
“Bukan berarti pekerjaan yang lain diabaikan, tetap seperti biasa. Hanya saja tidak menyangka awalnya jambu bisa memberikan kesejahteraan buat keluarga kami,” kata dia, ramah.
Bagaimana cara Sudri maju dengan pokok jambu kristal dan jambu madu?
Prosesnya ternyata juga tidak instan. Sebab perawatan jambu kristal dan jambu madu tersebut perlu teknik, dan teknik itu perku dipelajari dan diikuti SOP-nya.
“Awalnya saya ditawarkan oleh PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) untuk menjadi salah satu Mitra Binaan mereka. Saya awalnya pun ragu, tetapi saya diyakinkan sehingga saya ambil peluang itu,” kata Sudri.
Kebanyakan orang di kampung itu bertani sawit, Sudri malah membanting setir jadi petani jambu. Pandangan miring pun sempat berdatangan tetapi hal tersebut dijadikannya pelecut untuk terus bangkit.
Pada 2016 lalu, Sudri diberi bantuan bibit tanaman buah dan pupuk oleh PT RAPP. Namun ia tidak tahu cara mengembangkan tanaman dengan baik.
“Ya saya hanya bisa menanam saja dan memupuk saja. Bagaimana saya tahu tentang teknik agar hasilnya memuaskan,” kata dia.
Pada 2017, PT RAPP memberikan pelatihan melakui Community Development perusahaan itu. Sudri pun ikut pelatihan itu.
Ia mempelajari cara menanam dan mengembangkan tanaman buah kristal dan jambu madu dengan baik. Dalam forum pelatihan itu, Sudri juga dapat menimba pengalaman rekan-rekannya yang ikut berlatih.
“Saya sangat bahagia dapat bertukar pengetahuan dengan peserta lainnya yang datang dari beberapa kabupaten di Riau. Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi saya karena diajarkan cara menanam dengan teknik. Barkat pelatihan itu saya rasa saya bisa tingkatkan hasil panen," kata Sudri.
Dari hasil pelatihan itu ia langsung mempraktikkan di kebun jambu kristal dan jambu madu miliknya. Sudri begitu disiplinnya mengikuti cara menanam sebagaimana yang diajarkan pada pelatihan.
“SOP dan cara menanam, memupuk dan merawat saya coba di kebun sendiri. Beberapa waktu kemudian hasil dari kebun jambu kristal dan jambu madu saya melimpah ruah, dapat dijual ke berbagai daerah serta begitu banyaknya permintaan yang datang,” kata dia.
Hasil penjualan jambu madu dan jambu kristal tersebut berhasil meningkatkan taraf hidu keluarganya.
"Alhamdulillah, ekonomi keluarga sudah lebih dari cukup,” kata dia.
Sudri mengaku sangat bersyukur telah menjadi mitra binaan PT RAPP yang memberikan bantuan dan pelatihan. Saat ini penjualannya tidak terhambat meski dalam situasi Covid-19. Sebab panen dilakukan setiap hari dan buah juga dapat dipasarkan ke pasar-pasar induk di Sungai Mandau.
CD RAPP Regional Coordinator Kabupaten Siak dan Kepulauan Meranti, Muslim juga mengaku gembira atas informasi mengenai keberhasilan Sudri. Kini Sudri sudah mandiri ekonominya dengan taraf hidup yang lebih baik.
Ia mengatakan kegiatan ini merupakan program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat.
PT RAPP adalah perusahaan yang memiliki tanggung jawab sosial dan turut berupaya meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup masyarakat.
"Dari pelatihan-pelatihan yang diberikan muncul semangat dan motivasi sehingga para petani dapat membuahkan produk yang unggul sehigga meningkatkan perekonomian mereka,”
kata dia.
Pihaknya juga tidak serta merta melepas petani begitu saja setelah diberikan bantuan. Namun pihaknya beberapa bulan sekali datang menanyakan keluh kesah dan hambatan yang dialami petani. Tujuannya untuk mendeteksi pengetahuan dan kendala yang dialami para petani untuk dicarikan solusinya.
“Selain itu kita juga tahu dan petani paham apa yang harus dilakukan," ungkapnya.
Dikatakannya, pihaknya juga mempunyai Program One Village One Commodity (OVOC). Program ini berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas hidup mereka dari segi ekonomi.
Program ini mengkhususkan suatu desa bisa berkembang dengan komoditas unggulan mereka. RAPP membantu para petani untuk bisa meningkatkan kualitas hidup dari segi ekonomi.
"Ini merupakan program agribisnis dan melalui ini pula diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat, memperoleh hak setara mengakses sumber ekonomi, serta meningkatkan akses terhadap pendidikan," kata dia. (adv)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/petani-olak-kecamatan-sungai-mandau-sudri-merawat-jambu-madu.jpg)