Breaking News:

Berita Bengkalis

Terungkap, 4 Sosok Pelaku Pembunuhan Wantia dalam Septic Tank di Bengkalis, Ada Anak Bawah Umur

Pelaku pembunuhan terhadap wanita yang mayatnya ditemukan dalam septic tank di Bengkalis akhirnya terungkap.

Penulis: Muhammad Natsir | Editor: Ariestia
Istimewa
Pelaku pembunuhan terhadap wanita yang mayatnya ditemukan dalam septic tank di Bengkalis akhirnya terungkap. FOTO: Kasatreskrim Polres Bengkalis AKP Meki Wahyudi saat pers rilis di Mapolres Bengkalis secara virtual, Senin (13/4/2022) pagi. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, BENGKALIS - Pelaku pembunuhan terhadap wanita yang mayatnya ditemukan dalam septic tank di Bengkalis akhirnya terungkap.

Satreskrim Polres Bengkalis telah menangkap sebanyak empat orang, dua di antaranya anak di bawah umur.

Hal ini diungkap Kasatreskrim Polres Bengkalis AKP Meki Wahyudi saat konfrensi pers secara virtual di Polres Bengkalis, Senin (13/4/2022) pagi.

Empat tersangka diantaranya pelaku utama berinisial AA (22) warga Desa Padekik Kecamatan Bengkalis dan RS (19) warga Desa Bantan Tua Kecamatan Bantan.

"Sementara dua pelaku dibawah umur diantaranya SS (16) dan DS (13), mereka tidak di tahan karena masih di bawa umur. Peran dua anak dibawa umur ini sebagai pemetaan atau penggambar kondisi lokasi tempat korban tinggal," ungkap Kasat.

Baca juga: BREAKING NEWS: Geger! Mayat Perempuan Ditemukan di Septic Tank Rumah Kosong di Bengkalis

Baca juga: Mayat Wanita dalam Septic Tank di Bengkalis Dimakamkan di Desa Palkun Setelah Jalani Autopsi

Baca juga: Begini Kronologis Penemuan Mayat Mira Marlina di Dalam Septic Tank di Bengkalis

Dua anak di bawah umur ini terungkap keikutsertaannya setelah petugas berhasil menangkap dua pelaku utama.

Setelah mendapat laporan temuan jasad di dalam septic tank di Desa Bantan Tua Kecamatan Bantan Bengkalis awal April lalu, Satreskrim Polres Bengkalis langsung melakukan penyelidikan.

Proses penyelidikan yang dilakukan Satreskrim Polres Bengkalis dengan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi akhirnya petugas mendapat petunjuk terkait tersangka ini yakni RS dan AA.

Mereka awalnya berencana melakukan pencurian di rumah korban tinggal bersama kakaknya ini.

Rencana pencurian bahkan sudah disiapkan sejak Januari awal tahun kemarin.

"Awal tahun kemarin, dua pelaku utama ini meminta bantuan kepada SS untuk mengambil kunci rumah lokasi korban tinggal tersebut. Dengan maksud nanti bisa memiliki akses melakukan pencurian," terang Kasat.

Namun rencana ini tidak berhasil dilakukan oleh SS yang masih di bawah umur.

Kemudian rencana pencurian mereka berlanjut pada 2 April lalu mereka kembali merencanakan pencurian di rumah tersebut.

"Sebelum melakukan pencurian dua pelaku utama ini meminta anak di bawah umur berinisial DS melakukan pemantauan lokasi yang menjadi target pencurian. Memastikan kondisi sepi dua pelaku pencurian melancarkan aksinya mengambil barang korban," tambah Kasat.

Ketika melancarkan aksinya ternyata di dalam rumah sedang berada korban Mira Marlina (22) sendirian.

Dua pelaku ini langsung melakukan perbuatan kasar kepada korban dengan mencekik lehernya.

"Tersangka RS yang pertama kali mencekik korban dengan menggunakan tangan. Kemudian AA mengambil ikat pinggang yang ada di dalam rumah dan mencekikkan juga ke leher korban," terang Kasat.

Setelah mencekik mereka menyeret korban sampai kebagian belakang rumah.

Saat itu korban diminta oleh dua tersangka ini untuk masuk ke dalam septic tank.

"Namun korban melakukan perlawanan dan berteriak, dua tersangka ini panik kemudian kembali mencekik korban sampai tidak sadarkan diri. Setelah itu korban di masukkan ke dalam septic tank dengan keadaan terbalik bagian kepala mengarah ke bawah dan mereka menambah batu sebagai pemberat sebelum menutup septic tank," ungkap Kasat.

Usai kejadian ini dua tersangka pergi membawa barang yang ada di rumah korban.

Di antaranya notebook, laptop handphone dan gelang imitasi emas dan uang sebesar Rp 3.200.000.

"Kemudian para pelaku berpencar dalam pelariannya, RS lari ke Sumatera Utara tepatnya Tebing Tinggi, Sementara AA lari ke Kepulauan Riau Kabupaten Lingga," terangnya. (Tribunpekanbaru.com/Muhammad Natsir).

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved