Breaking News:

MENGUAK Tewasnya Mahasiswa Kedokteran di Pasuruan: Cemburu Buta Sang Ayah Jadi Motifnya

Tak tanggung-tanggung, niat menikahi putrinya itu terungkap lewat kesaksian teman pelaku kepada polisi.

Istimewa/Surya Malang
Kolase pelaku dan korban pembunuhan. Pelaku ternyata ayah tiri korban hingga menimbulkan dugaan ada motif cinta terlarang dalam kasus pembunuhan mahasiswa kedokteran di Malang itu. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Laporan terkait pembunuhan mahasiswa kedokteran di Kecamatan Purwodadi, Pasuruan, Jawa Timur.

Dimana, calon dokter bernama Bagus Prasetya Lazuardi (25 tahun) mayatnya ditemukan di sebuah kebun kosong.

Pelaku pembunuhan mahasiswa kedokteran ini kini sudah ditangkap.

Dari proses penyelidikan, terungkap sederet faktu baru.

Sebelumnya, polisi menyebut, pelaku nekat menghabisi nyawa korban karena adanya chat tak senonoh antara korban dan pacarnya yang merupakan anak tiri pelaku.

Namun, fakta baru terungkap, ternyata pelaku mencintai anak tirinya.

Meski begitu, sang anak tiri sama sekali tak mengetahui perasaan tersebut.

Pelaku juga tak melakukan perbuatan asusila terhadap anak tirinya.

Motif asmara di balik pembunuhan mahasiswa kedokteran UB (Universitas Brawijaya) Malang, Bagus Prasetya Lazuardi (25), akhirnya terungkap.

Ternyata tersangka, Ziath Ibrahim Bal Biyd (38) cemburu dengan hubungan asmara bagus dengan anak tirinya, TS (inisial).

Ziath memilik perasaan suka atau kasmaran terhadap TS, anak tirinya sendiri.

Fakta ini disampaikan saksi saat diperiksa oleh penyidik Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim.

Menurut saksi kepada penyidik, Ziath suka dan sayang ke TS sejak 3 atau 4 tahun lalu.

Namun, tersangka baru mengungkapkan informasi tersebut ke temannya sekitar empat bulan lalu.

Halaman
1234
Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved