Perang Rusia vs Ukraina
Rusia Kerahkan Militer dan Peralatan Perang dalam Skala Besar, Ancaman NATO dan AS bisa jadi Nyata
Dunia bisa dibikin gempar dengan parang yang akan terjadi. Rusia kerahkan pasukan dan peralatan dalam skala besar. Siap hadapi NATO dan Amerika
TRIBUNPEKANBARU.COM- Rusia dalam ancaman perang yang lebih besar. Bahkan bisa saja melibatkan NATO dan Amerika Serikat.
Sebagai antisipasi, Rusia mengerahkan secara besar-besaran peralatan tempur dan juga militer mereka.
Bahkan Rusia mengatakan hal itu dilakukan jelas untuk mengantisipasi perluasan keanggotaan NATO dan juga melihat pergerakan Amerika Serikat.
Baca juga: Buasnya Nafsu Paman Ini, 4 Kali Jadikan Keponakan Pelampiasan Nafsu, Korban Masih Berusia 8 Tahun
kenyataan itu menjadi sebuah hal yang tentu saja menakutkan. Rusia bisa saja akan terlibat perang yang lebih besar dan akan banyak jatuh korban jiwa.
Rusia punya kedaulatan yang kini terus mereka usahakan untuk berdiri tegak atas dasar kebenaran mereka
Dalam sebuah laporan dikatakan, Rusia akan membuat pangkalan militer baru di bagian barat negara itu, yang digambarkan Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu sebagai “tindakan balasan” terhadap rencana perluasan NATO.
Dalam pidatonya pada Jumat (20/5/2022), Shoigu mengatakan pendaftaran Finlandia dan Swedia ke NATO, termasuk dalam peningkatan ancaman militer di sepanjang perbatasan barat laut Rusia dalam beberapa tahun terakhir.
“Ancaman itu juga termasuk tindakan Amerika Serikat (AS) yang meningkatkan penerbangan pembom strategis, mengirim kapal perang ke Laut Baltik dan mengintensifkan latihan di kawasan itu dengan mitra NATO-nya,” katanya sebagaimana dilansir Al Jazeera.
“Ketegangan terus tumbuh di zona tanggung jawab Distrik Militer bagian barat. Kami mengambil tindakan pencegahan yang memadai,” kata Shoigu, saat invasi Rusia ke Ukraina berlanjut.
Baca juga: Puluhan Prajurit Brigade Serangan Lintas Udara Ukraina Menyerah kepada Rusia
Baca juga: Rusia Sudah Percaya Diri dengan Senjata Canggih Mereka, Eh Presiden Ukraina Malah Bilang Begini
“Pada akhir tahun, 12 unit dan divisi militer akan dibentuk di Distrik Militer Barat,” tambahnya.
Ini akan disertai dengan lonjakan peralatan dan senjata militer.
“Tahun ini, kami bermaksud untuk mendapatkan lebih dari 2.000 buah peralatan tersebut,” kata Shoigu.
Kekhawatiran keamanan yang didorong oleh serangan Rusia ke Ukraina, yang dimulai pada 24 Februari, membuat kedua negara Nordik itu melepaskan diri dari kebijakan netralitas yang sudah berlangsung lama, dan pindah untuk bergabung dengan NATO.
Finlandia berbagi perbatasan darat sepanjang 1.340 km (830 mil) dengan Rusia, sementara Swedia berbagi perbatasan laut.
Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg pada Kamis (19/5/2022) mengonfirmasi ia telah menerima aplikasi mereka untuk bergabung dengan blok tersebut. Langkah ini menjadi salah satu perubahan paling signifikan dalam arsitektur keamanan Eropa dalam beberapa dekade.
Baca juga: Tentara Rusia Mengaku Tembak Pria Tua Tak Bersenjata Saat di Persidangan
Baca juga: Bantuan Howitzer Amerika untuk Ukraina Sia-sia, Drone Rusia Sukses Meledakkannya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/jenderal-tertinggi-rusia-ditembak.jpg)