Breaking News:

Berita Dumai

Harga Bawang Merah Makin Pedih, Cabai Naik Eh Subsidi Migor Curah Dicabut, Emak-emak di Dumai Pusing

Harga bawang merah makin pedih, cabai pun belum turun eh subsidi migor curah dicabut alamat harga makin naik, hingga bikin emak-emak di Dumai pusing

Penulis: Donny Kusuma Putra | Editor: Nurul Qomariah
TribunPekanbaru/Doddy Vladimir
Ilustrasi 

TRIBUNPEKANBARU.COM, DUMAI - Harga bawang merah makin pedih, cabai pun belum turun eh subsidi migor curah dicabut alamat harga makin naik, hingga bikin emak-emak di Dumai pusing tujuh keliling.

Berdasarkan pantauan di pasar tradisional Jalan Dock Yard, cabai merah masih Rp55 ribu per kilogram (Kg).

Berdasarkan pantauan di lapangan, cabai merah yang awalnya sempat melambung ke Rp65 ribu per kilogram masih terasa pedas di harga Rp 55 ribu per kilogram.

Senin (30/5/2022) harganya bawang merah mulai ‘pedih’ di mata, yang mencapai Rp55 Kg per kilogramnya.

Sari, emak-emak di Dumai pusing karena harga cabai merah yang masih terbilang mahal, yakni Rp55 ribu per kg, tentunya ini masih memberatkannya.

Selain pusing Sari tambah kesal saat tahu harga bawang merah melambung, saat ini mencapai Rp55 ribu per kilogramnya.

"Makin lama semua bahan bahan naik semua, ditambah harga minyak goreng curah yang katanya bakal naik lagi," kesalnya.

Masih di tempat yang sama, Rizal Pedagang di pasar Dock Yard mengatakan, bahwa kenaikan harga bawang merah tersebut dipicu pasokan yang menurun dari daerah pemasok.

"Harga jual bawang merah mulai Rp50 ribu hingga Rp 55 ribu per kilogram. Kenaikan terus terjadi, karena pasokan masih sedikit, apalagi bawang merah besar dari Jawa " sebutnya

Ia menambahkan, tidak hanya bawang merah yang naik, cabe rawit merah dan hijau juga mengalami kenaikan.

Sementara, Kepala Dinas Perdagangan Kota Dumai Hermanto membenarkan ada kenaikan harga bawang merah menjadi Rp 55 ribu per kilogramnya.

"Benar, ada kenaikan harga bawang merah menjadi Rp 55 ribu per kilogram sekarang. Kami akan lakukan langkah-langkah koordinasi dengan instansi terkait, termasuk para pedagang dan pemasok bawang di Dumai," terangnya.

Ia menjelaskan, kenaikan harga bawang merah bisa disebabkan berbagai kemungkinan.

Bisa jadi akibat stok yang terbatas, gagal panen dan lain sebagainya, sementara permintaan masyarakat cukup tinggi.

Menurutnya, banyak faktor yang menyebabkan kenaikan harga cabai merah ini.

Seperti faktor distribusi, gagal panen, stok terbatas dan lain sebagainya, sementara permintaan masyarakat cukup tinggi.

Hermanto mengatakan pemerintah Kota Dumai melalui Dinas Perdagangan akan terus mengawasi pergerakan harga sembako di pasar-pasar tradisional.

"Kita punya tim melibatkan Instansi terkait seperti Dinas Ketahanan Pangan untuk mengawasi harga dan ketersediaan sembako di Kota Dumai,” ujarnya.

“Pemerintah akan terus berupaya untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok. Jika ada pihak yang melakukan spekulan akan kami tindak tegas sesuai aturan yang berlaku," pungkasnya.

( Tribunpekanbaru.com / Donny Kusuma Putra )

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved