Jumat, 10 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Pakai Cara Barbar, Polisi Prancis Menewaskan Seorang Pria Turki

CCTV sel menunjukkan dia diborgol dan ditangani oleh polisi yang menggunakan teknik yang dikenal sebagai "ventral plating@

Penulis: Budi Rahmat | Editor: Guruh Budi Wibowo
Gambar oleh 4711018 dari Pixabay
Oknum guru diborgol 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Seorang pria Turki yang ditahan di Prancis tahun lalu diduga tewas setelah polisi secara brutal menganiaya dia di sebuah kantor polisi

Interogasi brutal itt terekaman CCTV.

Pria yang bernama Merter Keskin meninggal di kantor polisi di timur laut Prancis pada Januari lalu.

Korban mengalami penyempitan ventral yang menyebabkan sesak napas.

Pria berusia 35 tahun itu meninggal antara 12-13 Januari saat berada dalam tahanan polisi di kantor polisi di komune Selestat.

Gambar dari kamera pengintai di selnya menunjukkan dia diborgol dan ditangani oleh polisi yang menggunakan teknik yang dikenal sebagai "ventral plating" seperti dilansir dari Daily Sabah.

Polisi setempat juga telah dituduh menggunakan teknik tersebut dalam kematian Cedric Chouviat, Adama Traore dan Mohamed Gabsi.

Keluarga Chouviat sempat mengimbau kepada menteri dalam negeri pada 2020 untuk melarang polisi menggunakan teknik tersebut saat menangani tersangka.

Hal ini digunakan untuk melumpuhkan tersangka dan melibatkan menekan dan menjaga perut tersangka di tanah, kepala menoleh ke samping dan diborgol di belakang.

Di Amerika Serikat, polisi menggunakan teknik yang sama pada George Floyd , yang kematiannya memicu protes global.

Dalam kasus Keskin, seorang petugas terlihat meremukkannya dengan lututnya dan kemudian bergabung dengan dua petugas polisi lainnya yang mencoba melumpuhkannya.

Polisi terus memukulinya dengan posisi tengkurap sementara dia diborgol selama lebih dari tiga menit.

Dia dinyatakan meninggal setelah layanan darurat turun tangan pada pukul 5 pagi waktu setempat (3 pagi GMT).

Menurut file medis, otopsi mengungkapkan ada sianosis di lengan, kepala dan lehernya.

Hal itu menunjukkan bahwa tingkat oksigen dalam darahnya menurun, mengakibatkan warna kulit kebiruan yang tidak normal.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved