Breaking News:

Segera Berakhir, Pajak Siak Dorong Koperasi di Siak Ikuti Program Pengungkapan Pajak Sukarela

Dalam kesempatan tersebut Sulastri menyampaikan urgensi dan manfaat mengikuti Program Pengungkapan Sukarela.

Editor: Nolpitos Hendri
Istimewa
Segera Berakhir, Pajak Siak Dorong Koperasi di Siak Ikuti Program Pengungkapan Pajak Sukarela 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Bertempat di Grand Hotel Mempura, Kantor Pelayanan, Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) Siak Sri Indrapura bekerja sama dengan PT Permodalan Siak menyelenggarakan acara Bincang Pajak dengan mengusung tema Program Pengungkapan Sukarela (PPS), Senin (27/6).

Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi dan memberikan pemahaman kepada para pengurus dan Badan Pengawas pentingnya Program Pengungkapan Sukarela (PPS) yang akan segera berakhir pada 30 Juni 2022.

Turut hadir Kepala KPP Pratama Pangkalan Kerinci, dalam hal ini diwakili oleh Kepala Seksi Pengawasan V Sulastri, Direktur Utama PT Permodalan Siak Muhammad Nasir, Kepala KP2KP Siak Sri Indrapura Jefrinaldi, serta Fungsional Pajak Ahli Muda KPP Pratama Pangkalan Kerinci Haniatun Nasihah sebagai narasumber.

Dalam kesempatan tersebut Sulastri menyampaikan urgensi dan manfaat mengikuti Program Pengungkapan Sukarela.

"Banyak sekali manfaat Program Pengungkapan Sukarela (PPS) Bapak/Ibu, harta-harta yang Bapak/Ibu laporkan di SPPH tidak akan dijadikan sebagai data untuk pemeriksaan atau penyidikan di bidang perpajakan," ungkap Sulastri.

Jefrinaldi selaku Kepala KP2KP Siak Sri Indrapura, dalam sambutannya menyampaikan mengenai pelaksanaan Program Pengungkapan Sukarela (PPS) dalam Undang-Undang Harmonisasi Perpajakan yang berlaku sejak 1 Januari 2022 .

"Program Pengungkapan Sukarela (PPS) ini pelaksanaannya ada di dalam UU HPP. Program ini dimulai dari 1 Januari sampai dengan 30 Juni 2022. Jadi tinggal 3 hari saja batas pemanfaatan Program Pengungkapan Sukarela," terang Jefrinaldi.

Jefrinaldi juga mengajak para peserta Bincang Pajak untuk segera memanfaatkan PPS yang akan berakhir 30 Juni 2022.

"Jadi, saya mengimbau kepada Bapak/Ibu, mumpung masih 3 hari lagi, silakan diungkapkan saja harta Bapak/Ibu sekalian," lanjut Jefrinaldi.

Haniatun Nasihah selaku Penyuluh Pajak Ahli Muda sekaligus narasumber dalam acara tersebut, juga menyampaikan tarif Program Pengungkapan Sukarela (PPS) bagi Wajib Pajak yang bersedia untuk melaporkan Surat Pemberitahuan Penyampaian Harta (SPPH).

"Dalam PPS ini ada 2 Kebijakan ya Bapak/Ibu, Kebijakan 1 untuk Wajib Pajak yang sudah pernah mengikuti Tax Amnesty sebelumnya, yang perolehan hartanya per 31 Desember 2015, dikenakan tarif 8 % ," terang Haniatun.

"Sedangkan Kebijakan 2, untuk harta perolehan tahun 2016-2020, dengan tarif nya adalah 14 % ," lanjut Haniatun.

Kegiatan ini disambut positif oleh para peserta seperti yang dikemukakan oleh Ketua Koperasi Tuah Sekato Jaya Joarsa.

"Sangat bermanfaat, sehingga kami jadi paham program PPS ini dan segera akan kami sampaikan kepada para anggota agar dapat mengikuti program pengampunan ini mengingat waktunya sangat terbatas,” ungkap Joarsa. (Adv)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved