Breaking News:

Kunjungi Pekanbaru, YAICI & Aisyiyah Edukasi Bahaya Stunting

Dia berkeyakinan upaya menurunkan angka stunting sangat berguna dalam mencapai Indonesia Emas pada tahun 2045 mendatang.

ist
Ketua Harian YAICI, Arif Hidayat mengunjungi warga dalam edukasi bahaya stunting di Pekanbaru, Senin (4/7/2022) 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Pemerintah menargetkan prevalensi stunting di tahun 2024 sebesar 14 persen. Dengan angka stunting di tahun 2021 sebesar 24,4 persen.  Maka untuk mencapai target tersebut diperlukan penurunan 2,7 persen di setiap tahunnya

Hal inilah yang mendorong Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI) dan organisasi wanita Aisyiyah gencar melakukan edukasi terkait stunting ke berbagai daerah. Salah satunya mengunjungi Kota Pekanbaru pada Senin (4/7/2022).

Pada gerakan kesehatan kali ini, YAICI akan fokus dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa Susu Kental Manis itu bukanlah susu yang layak diberikan kepada anak-anak.

Sebab, berdasarkan evaluasi YAICI ketika mengunjungi beberapa daerah, masih banyak ibu-ibu yang beranggapan bahwa susu kental manis adalah minuman susu yang dijadikan sebagai sumber energi dan gizi anak sejak kecil.

"Akibatnya, anak-anak sejak dini sudah mengkonsumsi gula dalam kadar yang tinggi dan membuat mereka malas makan. Hal ini juga mempengaruhi stunting. Atau bahkan jika kebiasaan ini tidak dihentikan, di masa mendatang, anak-anak beresiko mengidap diabetes ataupun penyakit lainnya," jelas Ketua Harian YAICI, Arif Hidayat.

Oleh sebab itu, lanjut Dia, hal inilah yang mesti dipahami seluruh lapisan masyarakat untuk memberikan kesehatan yang layak. Apalagi Indonesia saat ini mendapatkan bonus demografi; populasi usia produktif lebih banyak ketimbang usia tidak produktif.

"Jadi, bisa dibayangkan jika hal ini dibiarkan maka generasi seperti apa yang kita harapkan ke depannya," tegas Dia.

Sementara Majelis Pimpinan Pusat Aisyiyah Jakarta, Khairunnisa menyebut gerakan kesehatan ini menjadi salah satu fokus organisasinya ke depan.

Dia berkeyakinan upaya menurunkan angka stunting sangat berguna dalam mencapai Indonesia Emas pada tahun 2045 mendatang.

"Sebab, stunting ini merusak pertumbuhan dan perkembangan sumber daya manusia (SDM). Bagaimana kita bisa membuat generasi emas jika masih banyak ditemukan stunting pada anak," kata Dia.

Selain itu, berdasarkan penelusuran pihaknya, ditemukan sebanyak 40 anak mengalami Stunting di kelurahan Rejosari, Kota Pekanbaru.

Bersama YAICI, Aisyiyah akan mengunjungi daerah tersebut dan beberapa kecamatan lainnya untuk meninjau langsung serta memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat di sana.

"Selain itu, kami akan melakukan observasi dan pengumpulan data di lapangan terkait stunting ini untuk kemudian dijadikan sebagai bahan kita bersama mencarikan solusi-solusi lainnya dengan pemerintah setempat ke depannya," tutup Arif Hidayat.

Adappun lembaga YAICI lahir pada 28 Juli 2017 dari sebuah harapan besar dari beberapa perempuan yang peduli akan kondisi sebagian besar anak anak dan perempuan di Indonesia yang tinggal dengan standar kesehatan, pendidikan dan lingkungan yang minim.

Semenntara Aisyiyah merupakan organisasi komponen wanita persyarikatan Muhammadiyah yang didirikan di Yogyakarta pada tanggal 19 Mei 1917. Organisasi Aisyiyah merupakan gerakan wanita, keislaman dan kekinian.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved