Breaking News:

Berita Pelalawan

Disbunak Pelalawan Klaim Virus PMK Belum Sempat Menyebar, Pantau Kesehatan 20 Sapi yang Terinfeksi

Disbunak Pelalawan mengambil langkah-langkah untuk penyembuhan ternak tersebut termasuk pemberian vaksin PMK ke sapi milik warga yang terinfeksi.

Penulis: johanes | Editor: CandraDani
istimewa
Foto: Tim kesehatan hewan Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Pelalawan memeriksa sapi yang terinfeksi virus PMK di beberapa kecamatan. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN- Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Kabupaten Pelalawan, Riau terus memantau kondisi kesehatan ternak sapi yang terinfeksi Penyakit Kulit dan Kuku (PMK) hingga Selasa (5/7/2022).

Tercatat sebanyak 20 ekor sapi yang mengidap PMK sampai saat ini.

Data itu bertahan sejak tanggal 3 Juli lalu dan belum ada penambahan.

Tim Kesehatan Hewan dari Disbunak mengambil langkah-langkah untuk penyembuhan ternak tersebut termasuk pemberian vaksin PMK ke sapi milik warga yang terinfeksi.

"Semua sapi yang terdeteksi mengidap PMK sudah divaksin dan diberikan penanganan kesehatan hewan," ungkap Kepala Disbunak Pelalawan, Akhtar SE kepada Tribunpekanbaru.com, Selasa (5/7/2022).

Selain menangani kesehatan hewan yang tertular virus PMK, pihaknya juga mengamankan sapi yang masih sehat.

Ternak yang sebelumnya satu kandang dengan sapi yang terinfeksi langsung dibedakan dan dipindahkan kandangnya.

Untuk melokalisir wabah PMK dan tidak menular ke ternak lain yang masih sehat. Kemudian menyemprotkan disinfektan ke seluruh kandang, baik tempat sapi yang sehat maupun yang sudah kena PMK.

"Sampai saat ini masih 20 ekor dan tidak ada bertambah. Virus PMK belum sempat menyebar," beber Akhtar.

Tim Disbunak saat ini masih melakukan vaksinasi terhadap semua ternak, mengantisipasi penyebaran PMK.

Jatah vaksin yang diterima dari provinsi untuk 600 ekor sapi akan segera habis.

Pihaknya menunggu kiriman vaksin tambahan dari provinsi dan pusat untuk keberlangsungan program vaksinasi ini.

Akhtar menjelaskan, awalnya virus PMK terdeteksi di Desa Lubuk Terap Kecamatan Bandar Petalangan pada 27 Juni lalu.

Dari 32 ekor sapi Bali yang ada di kandang peternak, ada 2 ekor yang positif PMK. Kemudian pada 30 Juni lalu muncul kasus serupa di Bukit Jaya Kecamatan Ukui dan 5 ekor sapi Bali yang terserang penyakit ini.

Di hari yang sama PMK terdeteksi di Desa Banja Panjang Kecamatan Kerumutan yang menginfeksi 6 ekor sapi jenis yang sama.

Masih di hari yang sama juga, ada 2 ekor sapi mengidap PMK di Desa Meranti Kecamatan Pangkalan Kuras milik peternak.

Terakhir pada 1 Juni lalu, PMK muncul di Kecamatan Pangkalan Kerinci tepatnya di Desa Makmur.

Ada 5 ekor sapi perah yang terinfeksi virus PMK ini.

( Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved