Kamis, 16 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Zombie Ternyata ada di Dunia Nyata, Jamur ini yang Menjadi Penyebabnya

Kedua jenis jamur yang baru ditemukan itu ditemukan pada spesies lalat C. tigrina dan C. testacea yang biasanya ada di Denmark.

SHUTTERSTOCK/Esteban Die Ros
Ilustrasi Zombie, Zombi, Mayat Hidup 

Hal ini memunculkan wangi yang kuat untuk bisa menarik penjantan.

"Pengamatan kami menunjukkan bahwa ini adalah strategi yang sangat disengaja untuk jamur. Ini adalah ahli menipu ulung--dan ini sangat menarik," De Fine Licht berpendapat.

Dalam pengamatannya, lalat rumah jantan yang sehat merespon senyawa itu dan tertarik untuk kawin.

Ketika lalat jantan kawin dengan bangkai lalat betina, spora jamur pun menerpanya.

Secara otomatis, lalat jantan itu akan jadi Zombie dan nasibnya pun sama dengan lalat betina sebelumnya.

Sementara E. muscae bisa tetap melangsungkan kehidupannya.

Pengamatan ini diungkap oleh De Fine Licht dan rekan-rekan setelah mengamati lalat rumah di lab.

73 persen dari lalat jantan yang diamati, kawin dengan bangkai lalat betina yang terinfeksi jamur 25-30 jam sebelumnya.

Sementara ada 15 persen pejantan yang kawin dengan bangkai betina yang sudah mati selama tiga sampai delapan jam.

"Kami melihat bahwa semakin lama lalat betina mati, semakin memikat lalat jantan. Ini dikarenakan jumlah spora jamur meningkat seiring waktu, yang meningkatkan aroma yang menggoda," jelas De Fine Licht.

Para peneliti juga mengamati genetika jamur melalu pengurutan RNA, dan kebiasaan seksual lalat jantan.

"Lalat [adalah makhluk] tidak higienis dan dapat membuat manusia dan hewan sakit dengan menyebarkan bakteri coli dan penyakit apa pun yang dibawanya,” tuturnya.

“Jadi, ada insentif untuk membatasi populasi lalat rumah, di kawasan penghasil makanan misalnya.”(Tribunpekanbaru.com).

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved