Breaking News:

Berita Dumai

Temukan 7 Suspek PMK di Dumai, 1.161 Ekor Sapi Sudah Disuntik Vaksin Tahap II

Untuk mencegah penyebaran PMK di Dumai, 1.161 sapi sudah disuntik vaksin PMK tahap kedua. jatah vaksin PMK yang diterima Dumai 1.400 vaksin

Penulis: Donny Kusuma Putra | Editor: Nurul Qomariah
ISTIMEWA
Penyuntikan vaksin PMK tahap ke dua di Kota Dumai terhadap 1.161 ekor sapi. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, DUMAI - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Dumai menemukan 7 suspek PMK di Dumai.

Sementara itu, untuk mencegah penyebaran PMK di Dumai, 1.161 sapi sudah disuntik vaksin PMK tahap kedua.

Untuk vaksinasi PMK tahap kedua ini, Kota Dumai mendapatkan jatah 1.400 vaksin.

Demikian diungkapkan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Dumai, Nurzerwan melalui Kasi Kesehatan Hewan, drh Rizqi Munarok, Kamis (4/8/2022).

Diungkapkannya, pada vaksin PMK tahap pertama sekitar 300 vaksin, telah disuntikan kepada hewan ternak sapi milik peternak.

Untuk vaksin PMK tahap kedua dari kementerian sebanyak 1.400 vaksin, sudah disuntikan kepada 1161 ekor sapi di kota Dumai.

Rizqi mengaku, penyuntikan vaksin tahap ke dua sudah dimulai sejak Selasa (2/8/2022) dan hari iniini Kamis (4/8/2022) masih berlangsung dan diprediksi akan selesai pada hari ini juga.

"Vaksinasi saat ini DKPP masih mengutamakan kelompok peternak yang merupakan binaan DKPP Dumai. Untuk individu belum bisa dilaksanakan karena keterbatasan dari vaksin itu sendiri, " katanya.

Secara keseluruhan, Dumai membutuhkan sekitar 5.000 vaksin, agar hewan ternak baik milik kelompok maupun masyarakat.

Jumlah 5.000 itu hanya terpenuhi untuk hewan sapi atau kerbau saja tidak termasuk kambing, domba dan babi.

"Target utama dilakukan vaksinasi ini adalah untuk meningkatkan kekebalan tubuh bagi hewan ternak, jika ada ditemukan hewan ternak yang terinfeksi PMK, setidaknya penyebaran bisa dihentikan dengan vaksinasi," imbuhnya

Ia mengungkapkan, hingga saat ini Tim Satgas PMK terus mengawasi hewan ternak, serta memperketat terhadap lalu lintas keluar masuk hewan berkuku genap atau belah yang sangat rentan terhadap penyakit PMK.

Dirinya menambahkan, pihaknya menemukan tujuh hewan ternak yang memiliki gejala PMK atau Suspek, dan sampel nya sudah diambil tinggal menunggu hasil laboratorium.

"Berdasarkan hasil laporan tenaga kesehatan yang turun ke lapangan untuk memonitoring hewan ternak yang ada di Dumai, ada tujuh hewan ternak sapi yang bergejala klinis penyakit PMK atau suspek, namun kita masih menunggu hasil lab dan diperkiraka pada pekan depan sudah kita dapati hasilnya," sebutnya.

Rizqi menerangkan, langkah pencegahan yang pihaknya lakukan yakni gencar melakukan penyemprotan disinfektan di kandang hewan ternak, sekaligus melakukan monitoring kesehatan hewan.

Bukan hanya itu saja, tambahnya, tim satgas juga gencar melakukan pengambilan sampel untuk memastikan bahwa hewan ternak berkuku belah aman dari PMK.

Jika ditemukan bisa segera diambil langkah cepat dan akurat, agar penyebaran tidak terjadi.

"Kepada peternak agar selalu waspada dan cepat tanggap terhadap hewan ternaknya, apabila ada gejala mencurigakan terhadap hewat ternak segera laporkan kepada Dokter hewan, atau Dinas terkait," tutup Rizqi.

( Tribunpekanbaru.com / Donny Kusuma Putra )

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved