Kelakuan Perguruan Silat di Kota Malang ini Bak Teroris, Serang Warga di Malam Buta
Bukannya bersikap bak pendekar, aksi gerombolan pesilat tersebut malah berkelauan bak teroris yang menebar ketakutan di tengah warga.
"Beberapa rumah warga kena lemparan. Tap, tidak ada rumah yang rusak," tambahnya.
Pelaku juga mengacungkan golok dan samurai ke arah warga.
Pelaku juga menyeret senjata tajam (sajam) tersebut ke jalan hingga menimbulkan bunyi yang mengerikan.
Para pelaku juga menyerang dua pengguna jalan yang sedang melintas di Jalan Sudanco Supriadi.
Warga yang geram langsung keluar dari gang dan mengejar rombongan tersebut.
Aksi warga itu membuat pelaku kabur.
Warga berhasil menahan tiga motor milik para pelaku.
"Warga sempat mau membakar motor itu, tapi saya cegah dan saya larang," ungkapnya.
Warga menyerahkan motor-motor tersebut ke polisi yang datang ke lokasi.
Pengaaniayaan itu mengakibatkan Faisol dan Mustofa mengalami luka-luka di bagian kaki dan punggung.
"Pelaku juga menyerang beberapa orang yang sedang makan di warung. Kemungkinan para korban dibawa ke RS Saiful Anwar (RSSA)," terangnya.
Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan pihaknya sudah sterilisasi di lokasi.
"Kami akan cari pelakunya dan kami proses. Kami masih menyelidiki kasus ini," terangnya.
Kabag Ops Polresta Malang Kota, Kompol Supiyan mengatakan tiga korban terluka akibat penyerangan tersebut.
"Pelaku juga merusak ruko dan bangunan di sekitar lokasi," kata Supiyan.
Artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul Bersenjata Golok, Kelompok Perguruan Silat di Malang Serang Perkampungan, Kabur saat Warga Melawan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/pengesahan-pesilat-baru-di-lamongan-bentrok-dengan-warga.jpg)