Breaking News:

Perang Rusia vs Ukraina

Mengerikan Rusia dan Ukraina bisa Bunuh Diri Massal Jika Ini Terjadi

Tak tanggung-tanggung, Rusia dan Ukraina bisa dalam bahaya besar dan bunuh diri massal jika melakukan hal yang mengerikan ini

Editor: Budi Rahmat
ANATOLII STEPANOV / AFP
Tentara Ukraina mengendarai tank di jalan di wilayah Luhansk timur pada 23 Juni 2022, di tengah invasi militer Rusia yang diluncurkan ke Ukraina. 

TRIBUNPEKANBARU.COM- PBB akhirnya turun tangan setelah melihat perkembangan pertempuran Rusia vs Ukraina.

Bukan tanpa alasan PBB kemudian memimilih tegas pada kedua negara yang tengah berkonflik tersebut.

Alasan yang pastinya adalah adalah kenyataan yang sangat bahaya bagi kedua negara. bahkan itu tidak masuk dalam rencana keduanya.

Rusia dan Ukraina disebut-sebut bisa melakukan bunuh diri massal, jika ini yang terjadi

Baca juga: PBB Turun Tangan, Rusia dan Ukraina Kena Semprot, Ulah Kedua Negara itu bisa Berakibat Mengerikan

Ya, tembak menembak yang dilakukan Rusia dan Ukraina telah menyasar lokasi pembangkit nuklir.

Inilah yang sangat berbahaya. Rusia dan Ukraina bisa bunuh diri jika pembangkit nuklir itu mendapata tekanan rudal atau tembakan yang membahayakan.

Demikian dikatakan sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB) Antonio Guterres memperingatkan bahwa setiap serangan terhadap pembangkit nuklir adalah "bunuh diri".

Seruan itu disampaikan pada Senin (8/8/2022) setelah penembakan baru dalam perang Rusia Ukraina yang menghantam kompleks tenaga atom besar di Ukraina selatan.

Rusia dan Ukraina saling menyalahkan atas serangan terbaru di pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Zaporizhzhia, situs tenaga nuklir terbesar di Eropa, yang telah berada di bawah kendali Rusia sejak hari-hari awal perang.

Pertempuran pada Jumat (5/8/2022) di mendorong pengawas nuklir PBB, Badan Energi Atom Internasional (IAEA) untuk memperingatkan "risiko yang sangat nyata dari bencana nuklir".

Baca juga: Rusia Antisipasi Nuklir PLTN Ukraina Jatuh ke Tangan Teroris, Ada Ancaman Kebocoran Nuklir

Pada konferensi pers di Tokyo, Guterres mengutuk serangan semacam itu tanpa mengatakan kedua pihak bertanggung jawab.

"Kami mendukung IAEA dalam upaya mereka dalam menciptakan kondisi stabilisasi pabrik itu," katanya sebagaimana dilansir AFP.

"Setiap serangan ke pembangkit nuklir adalah bunuh diri. Saya berharap serangan itu akan berakhir, dan pada saat yang sama saya berharap IAEA akan dapat mengakses pembangkit tersebut."

Komentarnya disampaikan setelah kunjungan ke Hiroshima selama akhir pekan, di mana Guterres memberikan pidato untuk menandai peringatan 77 tahun serangan bom nuklir pertama di dunia.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved