Breaking News:

Bobol Mesin ATM untuk Bayar Utang, Briptu Kurniadi: Gaji Saya Tidak Cukup

Kejadian itupun viral di media sosial (medsos), di mana para pelaku kabur dengan meninggalkan satu unit mobil yang digunakan untuk menarik mesin ATM.

Gambar oleh Peggy und Marco Lachmann-Anke dari Pixabay
Mesin ATM, orang mengambil uang 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Aksi Polisi, Briptu M Kurniadi mencoreng nama institusi Polri.

Pria yang  yang bertugas di Empat Lawang ini menjadi otak pelaku pembobolan mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di kota Lubuk Linggau, Sumatera Selatan.

Aksi itu Dia lakukan pada Minggu (14/8/2022).

Kurniadi kini mendekam di sel tahanan Polres Lubuk Linggau usai ditangkap petugas.

Kapolres Lubuk Linggau AKBP Harissandi mengatakan, Briptu M Kurniadi melakukan aksi pembobolan ATM di depan kantor Pengadilan Agama pada Minggu (14/8/2022) sekitar pukul 04.00 WIB.

Kejadian itupun viral di media sosial (medsos), di mana para pelaku kabur dengan meninggalkan satu unit mobil yang digunakan untuk menarik mesin ATM.

Setelah dilakukan penyelidikan, polisi lalu menangkap Briptu M Kurniadi di Empat Lawang yang merupakan tempat tinggal pelaku.

“(Minggu) sekitar pukul 11.00 WIB, pelaku sudah ditangkap di hari yang sama. Kebetulan pelakunya adalah oknum polisi Polres Empat Lawang,” kata Harissandi saat melakukaan gelar perkara, Senin (15/8/2022).

Harissandi menjelaskan, pembobolan mesin ATM di kota Lubuk Linggau merupakan aksi kedua Briptu M Kurniadi. Beberapa waktu lalu ia melakukan hal yang sama di Kabupaten Empat Lawang dengan mencoba menjebol mesin ATM milik bank Sumsel Babel.

“Namun aksi tersangka ini (yang pertama) gagal akibat tepergok oleh warga sehingga iapun kabur,” jelas Kapolres.

Karena tak berhasil, Briptu M Kurniadi lalu mengajak ketiga temannya yang lain untuk beraksi di Lubuk Linggau.

Setelah berputar menggunakan mobil, mereka berhenti untuk menjebol mesin ATM di depan kantor Agama.

Di Lubuk Linggau, Briptu M Kurniadi membawa satu unit senjata api miliknya untuk berjaga. Lalu, mesin ATM tersebut diikat di bagian belakang mobil dan ditarik secara paksa.

Namun, usaha tersebut gagal hingga aksi tersebut akhirnya diketahui oleh warga sekitar.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved