Kamis, 9 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Curhat-curhat Kedengaran, Ada yang jadi Korban Cabul, Warga Heboh hingga Terungkap Aksi Oknum

Anak-anak berkumpul di pos ronda. Kedengaran sama emak-emak bahwa ada yang jadi korban cabul. warga jadi heboh dan geram

Editor: Budi Rahmat
iStockphoto
dugaan pencabulan 

TRIBUNPEKANBARU.COM- Curhat-curhat di pos ronda sampai masalah pencabulan. Terdengar ortu masalahnya jadi besar.

Sampai terungkap bahwa ada oknum guru ngaji yang sebagai pelakunya. Ya, itu semua berawald ari cerita-cerita anak-anak yang dulunya jadi murid sang terduga pelaku.

Tak ada yang berani bicara ke ortu akhirnya ngomong ke sesama teman. Eh kedengaran sama ibu-ibu.

Baca juga: Akui Mencium Tapi Tak di Bibir, Camat SW Ditahan Polres Pelalawan Atas Kasus Pencabulan Siswi SMK

Jadinya kasus pencabulan mencuat dan diketahui khalayak ramai hingga sampai ke polisi.

Terungkap pula pelakunya oknum guru ngaji. Tak menunggu lama kasus itu kemudian heboh dan pelaku dikabarkan sudah diamankan

Awalnya warga Desa Cigudeg, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor heboh oleh cerita anak-anak yang curhat.

Kemudian warga langsung dibuat geram oleh seorang oknum guru ngaji lantaran diduga melakukan tindakan pelecehan seksual terhadap lima orang muridnya.

Warga sekitar pun tak menyangka pria tersebut tega melakukan hal tersebut kepada anak didiknya.

Pasalnya, selain menjadi guru ngaji, pelaku juga kerap menjadi imam di wilayah tersebut.

Baca juga: Istri Mas Bechi Terdakwa Pencabulan Santriwati di Jombang Muncul Bela Suami

Menurut keterangan ketua RT setempat, Mamat, pelaku mulai menjalankan aksi bejatnya ini sejak setahun ke belakang.

Kejadian tersebut bermula ketika para korban saling menceritakan apa yang dilakukan oknum guru ngaji tersebut kepada mereka.

Kemudian perbincangan mereka terdengar oleh salah satu orang tua murid yang juga anaknya pernah diajar mengaji oleh oknum tersebut.

"Awalnya anak-anak (korban) lagi pada ngobrol di pos ronda, mungkin curhat-curhat, terus kedengeran sama ibu-ibu, sedangkan dia anaknya sudah dipesantrenkan, disusul lah sama ibunya, ketika ditanya si anaknya mengaku, bahkan anaknya itu korban pertama," ujar Mamat kepada TribunnewsBogor.com, Minggu (28/8/2022).

Karena geram, akhirnya warga membawa pelaku tersebut ke rumah Mamat, selaku ketua RT di wilayah tersebut.

Setelah dicecar berbagai pertanyaan, barulah si pelaku mengakui bahwa dirinya melakukan tindakan pelecehan.

Baca juga: Anak Lelaki Di Bawah Umur di Pekanbaru Diduga Jadi Korban Pencabulan Saat Pangkas Rambut di Salon

Sumber: Tribun Bogor
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved