Breaking News:

Perakit Bom di Inhu Ditangkap

Bom Hasil Rakitan Pria di Inhu Bisa Bikin Orang yang Berada di Radius 50 Meter Terluka hingga Tewas

Bom hasil rakitan MN, Pria di Inhu Riau, bisa bikin orang yang berada di radius 50 meter dari titik keberadaan bom itu, terluka hingga meninggal

Penulis: Rizky Armanda | Editor: Nurul Qomariah
Tribunpekanbaru.com/Doddy Vladimir
MN alias Ocu seorang pria perakit bom di Kabupaten Indragiri Hulu dihadirkan saat ekspos di Mapolda Riau, Rabu (5/10/2022). 


TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Bom hasil rakitan MN alias Ocu (47), Pria di Inhu Riau, bisa bikin orang yang berada di radius 50 meter dari titik keberadaan bom tersebut, mengalami luka-luka hingga meninggal dunia.

Bom yang dibuat Pria di Inhu ini, jenis bom pipa. Terbuat dari paralon, dan diisi dengan pecahan keramik.

"Kalau pada saat bom meledak ada orang di dekatnya, bisa luka hingga meninggal dunia," kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Riau Kombes Pol Asep Darmawan, Rabu (5/10/2022).

Lanjut Kombes Asep, tim Jibom Gegana yang ikut saat proses penangkapan terhadap pelaku, menyatakan jika daya ledak bom yang dibuat pelaku sekitar 50 sampai 60 meter dan masuk kategori low explosive, atau daya ledak rendah.

"Di dalamnya ada pecahan keramik, ini kalau meledak bisa masuk ke dalam (tubuh), seperti granat," ucap Asep.

Ia menerangkan, pelaku tidak menggunakan pemicu detenator. Namun pelaku membuat kumparan sebagai penghantar panas.

MN alias Ocu, sempat meledakkan bom hasil rakitannya pada subuh hari.

Suara ledakan, diketahui terdengar hingga radius 1 kilometer.

Kombes Pol Asep Darmawan mengatakan, pelaku sehari-hari tidak bergaul dengan masyarakat sekitar tempat ia tinggal di rumah kontrakannya.

Pelaku juga pernah melempar anak-anak di sana.

"Tempat dia meletakkan bom yang sudah meledak, itu warung ada rumah seseorang. Menurut dia itu orang yang menyuruh dia pindah. Karena masyarakat resah dengan pelaku, karena sempat mendengar beberapa ledakan pada malam hari," terang Asep, saat ekspos kasus, Rabu (5/10/2022).

"Kalau yang di TKP pertama itu (warung, red), terdengar hingga 1 km, itu waktu subuh," imbuh Asep.

Ulah pelaku lainnya yang dikeluhkan warga, yaitu dirinya pernah menembak seorang anak dengan senapan angin.

Selanjutnya, pelaku kerap makan di warung namun tidak bayar.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved