Breaking News:

Berita Pekanbaru

Pegawai Apotek di Pekanbaru Akui Dilema Saat Jual Produk Obat Sirup kepada Konsumen

Pihak apotek di Pekanbaru masih belum menghentikan penjualan obat tersebut.

Penulis: Alex | Editor: Ariestia
unsplash
Pihak apotek di Pekanbaru masih belum menghentikan penjualan obat tersebut. FOTO ILUSTRASI - Botol obat. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Pihak apotek di Pekanbaru masih belum menghentikan penjualan obat sirup anak.

Meskipun larangan penjualan obat-obatan berupa sirup terutama merk tertentu terus bergulir di masyarakat. 

Para petugas dan karyawan apotek sebagai ganda terdepan dalam melayani konsumen juga menjadi dilema.

Pasalnya disatu sisi terus mendapatkan informasi perkembangan tentang obat-obatan tersebut.

Namun di sisi lain juga mesti menjalankan tugas untuk memasarkan produk, sementara belum ada arahan dari pemilik untuk penghentian penjualan obat sirup itu. 

"Memang ada beberapa obat yang diragukan saat ini kandungannya, dan masih ada kami jual di sini. Tapi kami berupaya untuk mengurangi penjualannya dan tetap arahkan konsumen untuk mendapatkan obat yang lebih baik," kata salah seorang karyawan apotek di Jalan HR Soebrantas Pekanbaru saat berbincang dengan Tribun, Jumat (21/10/2022).

Ditanya apakah dirinya tidak khawatir akan memberikan dampak bahaya kepada konsumen terutama anak-anak yang akan mengkonsumsi obat tersebut jika memang ada kandungan berbahaya, ia mengakui dilema.

Namun demikian, dengan pengetahuan dan perkembangan informasi yang diikuti pihaknya akan terus berhati-hati.

"Dilema, tentu, tapi kita tetap harus menjalankan pekerjaan dan upayakan tidak merugikan masyarakat. Kita kan punya pengetahuan tentang ini, kemudian juga terus ikuti perkembangan informasi terkini tentang obat-obatan tersebut," ujarnya.

Sementara itu, salah seorang pegawai apotek lainnya yang ada di Jalan Ahmad Yani Pekanbaru mengatakan, tidak bisa dipungkiri banyak masyarakat yang menanyakan hal itu kepadanya saat berbelanja.

"Kami sampai kewalahan menjelaskan kepada konsumen satu persatu. Serba salah jadinya. Mau dijelaskan lama, sementara kita juga layani konsumen lain. Tidak dijelaskan justru informasinya semakin liar. Padahal itu kan jelas untuk obat-obatan tertentu," ujarnya kepada Tribun.

Namun demikian, mau tidak mau dikatakannya kondisi itu tetap harus dijelaskan kepada masyarakat, sehingga informasinya menjadi jelas dan terarah.

"Soal paracetamol, yang ada di Indonesia itu sifatnya paracetamol tunggal, itu tidak ada masalah, dan tidak ada tercemar kandungan berbahaya, itu juga sudah dijelaskan oleh BPOM. Banyak lagi informasi lainnya yang mesti sampai kepada masyarakat secara jelas," tuturnya. (Tribunpekanbaru.com/ Alexander)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved