Breaking News:

Berita Pekanbaru

Pedagang Jualan Depan Halte Bus TMP, Dishub Pekanbaru Kordinasi dengan Satpol untuk Penertiban

Penumpang bus Trans Metro Pekanbaru (TMP) kesulitan untuk turun di halte bus depan Pasar Simpang Baru.

Penulis: Fernando | Editor: Ariestia
Tribunpekanbaru.com/Fernando Sikumbang
Banyak pedagang berjualan di depan halte bus TMP depan Pasar Simpang Baru, Kota Pekanbaru. Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru segera kordinasi dengan Satpol PP untuk menertibkan pedagang. 

TRIBUNPEKANBARU.COM,PEKANBARU - Penumpang bus Trans Metro Pekanbaru (TMP) kesulitan untuk turun di halte bus depan Pasar Simpang Baru. Pasalnya banyak pedagang yang berjualan di depan halte tersebut.

Padahal halte mestinya menjadi tempat naik dan turun penumpang bus TMP. Mereka juga tidak bisa berjualan di sana karena lokasi tersebut merupakan bahu jalan.

Keberadaan pedagang di depan halte bus TMP jelas sangat menganggu. Kondisi serupa juga terjadi di beberapa titik halte bus TMP lainnya yakni depan RSUD Arifin Achmad di Jalan Hangtuah dan depan Pasar Cik Puan di Jalan Tuanku Tambusai.

Kepala UPTD Pengelolaan Angkutan Perkotaan (PAP) Kota Pekanbaru, Sarwono tidak menampik adanya sejumlah aktivitas halte bus TMP yang terganggu akibat pedagang berjualan di depannya.

Namun pihaknya tidak bisa menindak para pedagang yang berjualan di depan halte.

Mereka pun berkoordinasi dengan Satpol PP Kota Pekanbaru untuk menertibkan pada pedagang. "Kami tidak mungkin menindak, maka kami surati Satpol PP untuk menertibkannya," terangnya kepada Tribunpekanbaru.com, Kamis (1/12/2022).

Menurutnya, aktivitas turun dan naik penumpang bus TMP sangat terganggu dengan keberadaan pedagang di depan halte. Ia menyebut pedagang mestinya tidak berjualan di sana karena sudah ada pasar untuk berjualan.

Pihaknya tidak bisa menertibkan pedagang yang selama ini berjualan di depan halte karena dinas perhubungan tidak punya kewenangan menindak pedagang. Mereka hanya bisa menertibkan kendaraan yang mungkin parkir sembarangan dekat halte.

Sarwono menyebut karena kondisi itu penumpang terpaksa turun tidak jauh dari halte. Mereka tidak bisa berhenti tepat di depan halte.

Para penumpang terpaksa turun di pintu depan bus. Mereka mestinya bisa turun lewat pintu yang ada di tengah bus bila kondisi halte tidak ada pedagang.

"Penumpang tetap berhenti dekat halte, cuma bus tidak bisa merapat di dekat halte karena banyak pedagang," ungkapnya.

Dirinya memastikan tidak pernah ada insiden di depan halte yang melibatkan bus TMP. Walau banyak pedagang yang nekat berjualan depan halte bus TMP.

"Kalau insiden tidak ada, sebab pramudi mengalah sehingga menghindari para pedagang saat berhenti," jelasnya.

( Tribunpekanbaru.com/ Fernando Sikumbang)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved