Warga Gunungkidul Tewas Usai Santap Belalang Setan
Hingga kini belum ada penelitian terkait racun yang ada di belalang setan yang menyebabkan seorang warga meninggal dunia.
TRIBUNPEKANBARU.COM - Seorang warga di Gunungkidul tewas dan satu lainnya kritis usai menjadikan belalang setan sebagai santapan.
Kedua korban adalah suami istri yang sedang menginap di ladang.
Saat itu, keduanya menjadikan belalang tangkapannya sebagai makan malam.
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mengkonsumsi belalang ataupun serangga yang berwarna mencolok.
Hingga kini belum ada penelitian terkait racun yang ada di belalang setan yang menyebabkan seorang warga meninggal dunia.
"Jangan dimakan ya, karena jenis satwa yang berwarna biasanya beracun, jadi memang harus hati-hati hewan yang warnanya yang mencolok," kata Koordinator Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) BKSDA Yogyakarta Kusmardiastuti saat dihubungi melalui telepon Selasa (6/12/2022).
Meski belum diketahui terkait racun itu, namun belalang jenis setan itu akan mengeluarkan busa.
"Kalau yang saya baca, dia (belalang) kalau merasa terancam akan mengeluarkan busa dari toraknya itu, membikin gatal. Terkait racun perlu kajian sepertinya," kata.
Kusmardiastuti Dikatakannya, dari literatur yang dibacanya, belalang setan atau warga menyebut belalang bulus ini memiliki usia lebih panjang dibandingkan usia belalang yang lain.
"Kalau belalang setan, dibanding belalang lainnya lebih panjang 9 sampai 10 bulan, empat bulan masa bertelur," kata dia.
Kusmardiastuti mengatakan, pihaknya belum bisa menilai terkait pengendalian populasi.
Jika dilihat dari ekosistemnya, kalau kebutuhan makanan tercukupi maka akan ada banyak belalang.
"Di kami sendiri sebetulnya, kalau ekosistem ada keseimbangannya ya, ada hirarki rantai makanan, predator. Belalang dia kan mangsa dari hewan yang lain seperti laba-laba dan burung," kata Kusmardiastuti.
"Kenapa belalang itu banyak, kemungkinan predatornya berkurang," kata dia.
Sebelumnya, suami istri keracunan diduga diduga karena mengkonsumsi belalang di ladang Kalurahan Sido, Kapanewon Paliyan, Gunungkidul, DI Yogyakarta.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/belalang-setan-beracun.jpg)