Breaking News:

Berita Siak

Perkembangan Kasus Dugaan Pelecehan Siswi MTs oleh Oknum Ustad, Praperadilan ZH Ditolak Hakim

Proses hukum kasus dugaan pelecehan seksual terhadap siswi MTS di Siak oleh seorang oknum ustad terus berlanjut.

Penulis: Mayonal Putra | Editor: Ariestia
foto/net
Proses hukum kasus dugaan pelecehan seksual terhadap siswi MTS di Siak oleh seorang oknum ustad terus berlanjut. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Proses hukum kasus dugaan pelecehan seksual terhadap siswi MTS di Siak oleh seorang oknum ustad terus berlanjut.

Tersangka ZH melakukan praperadilan terhadap kasus ini namun ditolak hakim Pengadilan Negeri (PN) Siak, Selasa (17/1/2023).

ZH sebagai pemohon praperadilan menilai Polres Siak tidak melakukan proses yang benar dalam menetapkannya tersangka. Apalagi ia ditahan sejak ditetapkan tersangka.

Diketahui ZH ditahan dengan pokok perkara tindak pidana pencabulan terhadap anak di bawah umur. Sebagai mana dimaksud dalam rumusan Pasal 82 ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan Anak menjadi Undang-undang Jo pasal 76 E undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.

Dalam putusan sidang pra peradilan, Hakim tunggal Tomri Sitorus menyatakan menolak permohonan pemohon untuk seluruhnya. Kemudian membebankan biaya perkara kepada pemohon. Kemudian menyatakan Polres Siak sebagai tergugat atau termohon menang dalam sidang Praperadilan tersebut.

Hakim menilai penetapan pemohon sebagai tersangka adalah sah menurut hukum. Karena penyidik telah mendapatkan lebih dari 2 alat bukti dalam menetapkan pemohon sebagai tersangka.

Hal itu sesuai dengan pasal 184 KUHAP, penangkapan dan penahanan dilakukan setelah adanya penetapan tersangka dan gelar perkara. Kemudian tidak ada kesalahan prosedural pada berita acara pemeriksaan yang dilakukan penyidik.

Menyikapi putusan PN Siak, Kapolres Siak AKBP Ronald Sumaja melalui Kasi Hukum Polres Siak AKP Faisal ketika menyatakan tetap melanjutkan penyidikan kasus ini secara profesional. Sejauh ini tidak ada intervensi dari pihak manapun.

“Alhamdulilah kita menang Prapid yang diajukan oleh tersangka ZH, dalam kasus tindak pidana pencabulan terhadap anak di bawah umur,” kata dia.

Ia mengatakan, penanganan perkaranya tetap berlanjut. Pihaknya menjalankan proses hukum secara profesional.

“Kasus ini segera kami tuntaskan, untuk pelimpahan tahap II ke Kejaksaan Negeri Siak,” kata Faisal. (tribunpekanbaru.com/mayonal putra)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved