Kamis, 9 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

KRONOLOGI Pencurian Rel Kereta Api di Asahan: Oknum TNI-POLRI Terlibat

Oknum TNI-POLRI ikut terlibat dalam kasus pencurian Rel Kereta Api di Asahan. Begini kronologinya.

HO/Tribun Medan
Empat orang pelaku pencurian diamankan oleh warga karena mencuri rel kereta api di perlintasan Desa Ledong Barat, Kecamatan Aek Ledong, Kabupaten Asahan. Dua diantaranya oknum aparat negara. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Aksi pencurian besi bekas rel kereta api milik PT KAI melibatkan oknum anggota TNI dan Polri.

Peristiwa ini terjadi di kawasan Desa Ledong Barat, Kecamatan Aek Ledong, Kabupaten Asahan

Diketahui kedua anggota itu ialah Aiptu Donal Panggabean, personel Polsek Kualahulu, dan Serda Sahrial anggota Koramil Aek Kanopan.

Sementara dua pelaku yang merupakan warga sipil, Irwansyah Putra alias Iwan (30) dan DG (15).

Menurut Manager Humas KAI, Anwar Solihin, peristiwa pencurian yang melibatkan anggota TNI dan Polri itu terjadi, pada Sabtu (4/2/2023) sekira pukul 03.30 WIB.

Aksi pencurian rel itu terjadi di jalur lintas kereta api Stasiun Aek Loba dan Stasiun Mambang Muda.

Ia menjelaskan, penangkapan terhadap para pelaku bermula dari adanya laporan masyarakat kepada petugas KAI.

"Kita mendapatkan laporan dari masyarakat, petugas dengan masyarakat langsung melakukan penangkapan di situ, jumlah pelaku empat orang, dua anggota Polsek dan Koramil," kata Anwar kepada Tribun-medan, Senin (6/2/2023).

Dikatakannya, dalam aksi tersebut para pelaku ini dengan niatnya mendatangkan mesin las dan juga telah mempersiapkan truk, untuk mengangkut besi-besi pelintas kereta api itu.

"Ada sekitar 17 batang rel kereta api yang dicuri dengan masing-masing panjang relatif, ada yang lima meter, ada yang tujuh dan delapan meter," sebutnya.

Ia menyampaikan, setelah diamankan para pelaku ini langsung diserahkan ke kantor polisi.

Setelah ditahan, barulah diketahui bahwa dua diantaranya merupakan aparat negara.

"Indikasi memang kita dapat informasi ada oknum, jadi sampai saat ini kita masih koordinasi dengan pihak kepolisian Asahan. Sudah kita serahkan proses hukumnya kepada kepolisian Asahan," ungkapnya.

Dijelaskan Anwar, besi rel kereta api yang digasak oleh para pelaku ini memang sudah tidak terpakai lagi.

"Jadi memang untuk rel yang di curi bukan rel yang aktif. Memang rel tersebut berada di pinggir rel yang aktif," ujarnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved