Membangun Generasi Sehat Melalui Kampanye Berkeringat Itu Asik
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mencatat ada peningkatan angka diabetes pada anak lebih kurang 70 kali lipat dibanding tahun 2010.
Penulis: Firmauli Sihaloho | Editor: Firmauli Sihaloho
TRIBUNPEKANBARU.COM - Mengawali tahun 2023 ini, WINGS Group Indonesia melalui brand SoKlin Softener memulai kampanye Berkeringat Itu Asik dengan mengadakan roadshow ke puluhan sekolah dan komunitas di Jakarta dan Bandung.
Gerakan edukasi ini ditujukan agar orangtua dan anak kembali menggencarkan aktivitas di luar ruangan, seperti bermain dan berolahraga. Bahwa dengan berkeringat, memberikan dampak positif bagi kesehatan.
“Ternyata banyak sekali manfaatnya! Kami mengajak narasumber pakar seperti dokter dan psikolog untuk turut mengedukasi orang tua akan pentingnya berkeringat,” kata Brand Manager SoKlin Softener WINGS Group Indonesia, Andrico Immanuel melalui siaran persnya.
Kampanye ini menjadi upaya bersama atas kondisi generasi muda Indonesia yang candu menggunakan gawai, tetapi minim melakukan gerakan fisik. Akibatnya, anak-anak rentan menderita diabetes.
Bahkan, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mencatat ada peningkatan angka diabetes pada anak lebih kurang 70 kali lipat dibanding tahun 2010.
“Gerak pada tubuh menyebabkan badan anak lebih sehat dibandingkan dengan diam saja di depan komputer atapun gadget. Ada penelitiannya bahwa gadget pada anak-anak menyebabkan penurunan aktivitas sehingga risiko gemuknya lebih besar yang diikuti dengan risiko diabetes tipe 2,” ujar Ketua Unit Kerja Koordinasi Endokrinologi, Muhammad Faizi saat acara Media Briefing Diabetes pada Anak pada Rabu (1/2/2023) lalu.
Diabetes tipe ini ditandakan dengan obesitas atau berat badan yang berlebih pada anak. Efek diabetes ini nantinya meliputi gangguan pada mata, diabetic retinopathy yang bisa menyebabkan kebutaan.
Kemudian, bisa juga terkena gagal ginjal kronik, serangan jantung, stroke hingga penyumbatan pembuluh darah di kaki yang berisiko diamputasi.
Oleh sebab itu, Muhammad Faizi mengingatkan agar para orangtua bisa melakukan pemeriksaan dini apabila melihat pertumbuhan berat badan anak meningkat drastis.
“Pemahaman orang tua bahwa anak gemuk menandakan sehat sebenarnya tidaklah lagi berlaku. Anak yang gemuk diakibatkan keseringan mengonsumsi junk food dan kurang gerak menyebabkan diabetes tipe 2 lebih dini,” tegas Dia.
Dilanjutkannya, tidak ada kata sembuh pada penderita diabetes, tapi bisa hidup.
“Jika harus dikelola dengan baik, maka harapan usianya akan sama dengan orang yang tidak diabetes. Untuk anak, para orang tua harus mengatur pola makan. Cukupi protein hewani dan sayur-sayuran dan ajak anak untuk beraktivitas,” tuntas Dia.
Berkeringat Itu Asik dan Menyehatkan
Data Indonesian Report Card On Physical Activity for Children & Adolescents 2022 menunjukkan aktivitas jasmani anak-anak di Indonesia termasuk rendah.
Hanya kurang dari 20 persen jumlah populasi anak-anak yang memenuhi kebutuhan aktivitas jasmani. Padahal, aktivitas berkeringat ini berguna mencegah terjadinya diabetes.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/berkeringat-itu-asik.jpg)