Selasa, 12 Mei 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Anomali Cuaca di Riau

Mitos Hujan Es hingga Penjelasan Secara Sains: Harimau Jadi-Jadian dan Kuntilanak

Hujan ini terbentuk karena pertemuan angin pasat timur laut dengan angin pasat tenggara. 

Tayang:
Foto Kiriman Warga.
ILLUSTRAI Huja Es: Atap rumah warga bolong akibat hujan es di Jagong Jeget, Aceh Tengah, Minggu (7/7/2019).. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Indonesia sebagai negara iklim tropis kerap mengalami fenomena alam dengan beragam keunikannya.

Seperti yang terjadi hari ini Sabtu (25/3/2023) di Pekanbaru.

Hujan lebat yang disertai butiran es melanda sejumlah wilayah Pekanbaru.

Terkait fenomena alam ini, banyak sekali mitos yang dikaitkan.

Seperti di daerah Sumatera terdapat harimau jadi-jadian yang mengasah taring untuk menculik anak-anak kecil.

Kemudian di daerah Pulau Jawa terdapat mitos kuntilanak yang sedang melahirkan. 

Sementara, bagaimana sains menjelaskan fenomena Hujan Es ini?

American Meteorological Society (AMS) menyebutkan hujan es ini disebut juga hujan zenithal.

Hujan ini merupakan hujan yang terjadi di sekitar daerah ekuator.

Hujan ini terbentuk karena pertemuan angin pasat timur laut dengan angin pasat tenggara. 

Akibatnya terjadi pemanasan tinggi terhadap massa udara yang banyak mengandung uap air.

Panas akan membawa uap air tersebut naik dan membentuk gumpalan-gumpalan awan dan menjadi awan jenuh dan turun hujan. 

Seperti dengan nama lainnya, hujan ekuatorial ini turun di sekitar daerah yang beriklim tropis seperti Indonesia dan iklim sub-tropis.

Pasalnya hujan ini hanya dapat terjadi karena membutuhkan udara dengan suhu tinggi untuk terbentuk. 

Hujan zenithal hanya turun paling banyak dua kali dalam setahun.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved