Dirut BRK Syariah Mundur
Andi Buchari Mundur dari Dirut BRK Syariah, Terbuka Opsi Ganti Semua Direktur
Pemerintah Provinsi Riau selaku pemegang saham terbesar belum mengambil sikap apa pun terkait mundurnya Dirut BRK Syariah Andi Buchari
Penulis: Syaiful Misgio | Editor: Sesri
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Pasca mundurnya Andi Buchari sebagai Direktur Utama (Dirut) Bank Riau Kepri Syariah (BRKS) hingga saat ini Pemerintah Provinsi Riau selaku pemegang saham terbesar belum mengambil sikap apa pun.
Sejumlah pejabat yang memiliki kewenangan mengurus bank plat ini pun terkesan irit bicara saat dimintai tanggapannya soal mundurnya Andi Buchari dari jabatanya sebagai Dirut BRKS.
Asisten II Setdaprov Riau M Job Kurniawan, mengaku belum mengetahui persis permasalahan sebenarnya.
Job beralasan belum berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait karena kabar mundurnya Andi Buchari betepatan dengan libur panjang akhir pekan.
"Kami belum bisa komentar, kami belum tahu juga apa penyebabnya. Kami belum berkomunikasi. Karena hari libur. Kami juga tak bisa berkomentar secara pribadi. Harusnya di kantor, jadi tunggulah hari Senin," kata Job, Minggu (4/6/2023).
Lalu langkah apa yang akan ditempuh Pemprov Riau pasca mundurnya Dirut BKRS ini, Job mengungkapkan bahwa persoalan ini harus diputuskan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB).
Namum Job memberikan bocoran, bahwa bisa saja nanti terbuka opsi untuk mengganti seluluruh pimpinan BRK.
Baca juga: Andi Buchari Mundur Sebagai Dirut, OJK Riau Yakin Operasional BRK Syariah Tidak Terganggu
Baca juga: Dewan Riau Kaget Dirut BRK Syariah Andi Buchari Mendadak Mundur, Segera Panggil Hearing
Seperti diketahui, selain Dirut juga ada empat pimpinan setingkat direktur yang ada dibawah di Dirut.
Mereka diantaranya adalah Direktur Operasional, Direktur Kredit dan Syariah, Direktur Dana dan Jasa serta Direktur Kepatuhan dan Manajemen Resiko.
Jika dalam RUPS LB nanti opsi ini muncul dan mayoritas pemenang saham setuju, bukan tidak mungkin semua direktur akan diganti dengan yang baru melui seleksi.
Namun bisa saja opsi lain muncul. Misalnya hanya Dirutnya saja yang diganti dengan yang baru, sementara empat direktur tetap dengan yang ada saat ini.
"Kalau diterima apakah opsinya akan ditunjuk yang baru (Dirutnya saja), tapi kalau mundur secara kolektif kolegial (semua Direktur) pun bisa," katanya.
Mundurnya Andi Buchari dari jabatannya sebagai Dirut BRKS sempat membuat publik di Riau, khususnya di internak BRKS kaget.
Sebab pengunduran dirinya terkesan mendadak dan sebelumnya tidak ada isu miring yang menerpa Andi Buchari selama menjabat sebagai Dirut BRKS.
Andi Buchari yang sudah memasuki tahun keempat menjabat sebagai Dirut BRKS dinilai sukses mengubah BRK dari Bank Konvensional menjadi Bank Syariah, setelah mendapat dukungan dari pemegang saham.
Meski kabar mundurnya Andi Buchari dari jabatan Dirut BRKS sudah menyebar ke publik, namun Gubernur Riau Syamsuar sebagai pemenang saham terbesar hingga saat ini belum memberikan tanggapan.
Saat dikonfirmasi Tribun melalui pesan singkat WhatsApp, Gubri Syamsuar hanya menjawab singkat dan mengarahkan agar konfirmasi bisa dilakukan dengan Komut BRKS, Syahrial Abdi.
"Hubungi Komut (Syahrial Abdi) saya lagi rapat," kata Gubri Syamsuar melalui pesan singkat WhatsApp yang dikirim ke Tribunpekanbaru.com, Jumat (2/6/2023).
Sementara Komisaris Utama (Komut) BRKS, Syahrial Abdi saat dikonfirmasi Tribunpekanbaru.com tidak ingin memberikan statmen terkait mundurnya Andi Buchari dari jabatan Dirut BRKS.
Ia hanya meminta awak media bersabar. Sebab pihaknya masih akan melakukan konsolidasi dan akan membahas hal ini kedalam rapat.
"Nanti ya, Senin kita mau rapat, setelah itu baru bisa kita berikan penjelasan," kata Syahrial.
Hal yang sama juga ditunjukkan oleh Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Riau, Jhon Armedi Pinem yang sama sekali tidak merespon pertanyaan yang Tribun ajukan.
Namun sebelumnya Pinem mengaku belum menerima surat resmi terkait pengunduran diri Andi Buchari dari jabatan Dirut BRKS.
Seperti diketahui, berita soal mundurnya Andi Buchari dari jabatannya sebagai Dirut BRKS dibenarkan oleh Direktur Kepatuhan dan Manajemen BRKS Fajar Restu Febriansyah.
"Iya benar, beliau mengundurkan diri," kata Restu, Kamis (1/6/2023) malam kepada Tribun.
Namun saat ditanya apakah surat pengunduran diri Andi Buchari dari jabatan Dirut BRKS sudah diserahkan ke Pemprov Riau atau ke Gubernur Riau selaku pemenang saham terbesar di BRKS, Restu mengaku belum mengetahui nya.
"Sesuai dengan aturan harus bersurat, tetapi saya belum melihatnya," kata Restu.
Kendati demikian, kata Restu, mundurnya Andi dari jabatan Dirut BRKS merupakan haknya. Sebab tidak ada aturan yang melarang pejabat mundur dari jabatannya.
Terkait alasan pengunduran diri Andi itu, Restu tidak bisa menjelaskan lebih rinci. Dia beralasan belum membaca secara detail isi pengunduran diri Andi tersebut
"Kita tidak tahu apa alasan beliau mundur. Tetapi itu hal yang biasa dan hak seseorang untuk mundur dari suatu jabatan,"paparnya.
Setelah pengunduran diri Andi itu sambung Restu, sesuai aturan Perbankan pihaknya, akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB). Hal ini untuk menentukan pejabat yang baru.
"Tentunya kita mengundang pemegang saham. RUPS ini untuk menentukan siapa yang akan menggantikan Dirut BRK Syariah yang mundur," katanya.
( Tribunpekanbaru.com / Syaiful Misgio)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/banner-menggesa-menuju-syariah-di-cabang-pusat-menara-dang-merdu-brk.jpg)