Pacaran Adalah Menurut Islam dan Hukum Pacaran dalam Islam serta Dampak Negatif Pacaran
agar anak muda muslim terhindar dari dosa besar , pacaran adalah menurut Islam dilakukan agar pacaran aman yakni pacaran setelah menikah
Penulis: pitos punjadi | Editor: Nolpitos Hendri
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Ada remaja muslim pacaran? Berikut pacaran adalah menurut Islam dan hukum pacaran dalam Islam serta dampak negatif pacaran .
Generasi muda Islam harus mengetahui hukum pacaran dalam Islam agar tidak terjerumus kepada pergaulan yang mendekatkan diri kepada zina .
Sudah dijelaskan dalam Alquran dan hadist Rasulullah SAW sejak lama tentang hukum pacaran dalam Islam , sehingga generasi muda Islam harus mematuhi hukum ini.
Sebelum membahas tentang hukum pacaran dalam Islam baiknya kita bahas dulu tentang dampak negatif pacaran itu.
Bak timun dengan durian, begitulah gambaran pacaran , karena pacaran akan merusak dan merugikan kaum wanita, karena Islam mengajarkan bahwa wanita tidak boleh disentuh pria lain selain suami dan keluarganya.
Membahas lebih dalam mengenai pacaran , dalam artikel ini akan dibahas tentang hukum pacaran dalam Islam dan pengetahuan ini perlu dipahami oleh generasi muda Islam saat ini, karena banyak anak muda Islam yang terjebak perilaku pacaran dan berakhir pilu.
Hubungan pacaran memiliki banyak mudarat atau dampak negatif kepada wanita, mulai dari kehormatan yang ternoda, hamil di luar nikah , melahirkan, hingga ada yang dibunuh oleh pacarnya karena minta pertanggungjawaban karena sudah hamil di luar nikah .
Hubungan pacaran bisa diibaratkan kepada pertemuan antara dua buah yakni bak durian dan timun, durian diibaratkan laki-laki dan timun diibaratkan wanita, apabila durian dan timun didekatkan, pastinya timun akan tergores oleh duri durian.
Begitulah wanita jika didekatkan dengan laki-laki sebelum menikah dalam hal ini pacaran , pastinya tergores, tidak saja tergores kehormatan sebagai wanita, namun juga tergores hati karena kecewa, bahkan ada yang tergores tubuh karena menjadi korban kekerasan pacarnya.
Agar tidak terjadi hal demikian kepada generasi muda Islam, bainya simak hukum pacaran dalam Islam yang akan dijelaskan Ustadzah Nella Lucky di bawah ini.
Hubungan pacaran bukanlah hal baru dalam pergaulan anak muda, namun pacaran mulai muncul pada tahun 1970-an.
Saat itu pacaran dimaksud belumlah seperti pacaran yang dilakukan anak muda saat ini.
Hubungan pacaran orang-orang dulu hanya sekedar pandangan dan saling senyum saja antara laki-laki dan perempuan yang sama-sama saling menyukai, dan hanya hati yang berbicara selanjutnya.
Walaupun hanya sekedar pandangan dan senyum saja, di dalam Islam itu sudah termasuk zina, zina mata namanya.
Kalau sampai ke hati, sudah zina hati namanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/pacaran-adalah-menurut-islam-dan-hukum-pacaran-dalam-islam-serta-dampak-negatif-pacaran.jpg)