Sabtu, 25 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

DPRD Pekanbaru

DPRD Pekanbaru Apresiasi Gerak Cepat Pemko Laksanakan Program Stunting di Pekanbaru

Kota Pekanbaru dalam beberapa bulan ke depan, ditargetkan zero kasus gizi buruk (stunting).

Penulis: Syafruddin Mirohi | Editor: Ariestia
Istimewa
Ketua DPRD Pekanbaru Muhammad Sabarudi ST 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kota Pekanbaru dalam beberapa bulan ke depan, ditargetkan zero kasus gizi buruk (stunting). Bahkan semua perangkat kini bergerak, menjadi bapak asuh atau ibu asuh.

Targetnya, mereka harus menjadi bapak asuh atau ibu asuh, untuk beberapa anak bergizi buruk.

Data yang diperoleh dari Pemko Pekanbaru, dalam semester pertama tahun 2023 ini, Pemko sudah turunkan 50 persen angka stunting. Artinya, dari 70 ribu kasus stunting, kini hanya tinggal 35 ribu. Mereka ini dari keluarga yang beresiko stunting.

"Sejauh ini, Pemko kita nilai serius menurunkan angka stunting ini. Tidak hanya OPD, orang per orang juga ada jadi bapak asuh atau ibu asuh. Ini pola yang sangat efektif menurunkan," tegas Ketua DPRD Pekanbaru Muhammad Sabarudi ST, Kamis (6/7/2023) kepada Tribunpekanbaru.com.

Tidak hanya sampai di situ, Pemko Pekanbaru juga secara kontineu memberikan pendampingan kepada keluarga gizi buruk, yang memang ditargetkan tahun 2023 ini selesai.

Dengan gerak cepat yang dilakukan ini, diyakini akan teratasi cepat penurunan angka stunting di Kota Pekanbaru.

"Contoh saja kemarin Sekretariat DPRD Pekanbaru, sudah menjadi bapak asuh untuk 5 anak stunting. Bapak asuh ini akan berlangsung 6 bulan ke depan. Ini kan bagus, jika semua OPD plus pejabat yang mau jadi bapak atau ibu asuh," sebut Politisi Senior PKS ini lagi.

Sabarudi juga mendorong semua pihak, tidak hanya pemerintah, tapi pihak swasta ikut andil dalam menjadi bapak atau ibu asuh stunting di Kota Pekanbaru.

"Program ini sangat bagus, selain membantu sesama dan menjadi program nasional, kita juga mendapat pahala di sisi Allah SWT," katanya.

Ada pun pola menjadi bapak atau ibu asuh untuk anak stunting, dengan memberikan makanan dan minuman bergizi setiap bulannya. Seperti susu formula, telur, beras dan lainnya. Pemberian lebih disarankan dalam bentuk barang, dari pada yang tunai.

Sekdako Pekanbaru Indra Pomi Nasution membenarkan, bahwa sepanjang semester pertama tahun 2023 ini, sudah terjadi penurunan angka keluarga beresiko stunting mencapai 50 persen.

Meski sudah turun, pihaknya akan terus memberikan pendampingan di lapangan, kepada keluarga yang beresiko stunting tersebut. Sehingga nanti angka keluarga beresiko ini bisa di bawah 10 persen.

Saat ini Pemko Pekanbaru terus melakukan berbagai upaya untuk percepatan penurunan angka stunting atau masalah gizi kronis, akibat kurangnya asupan gizi.

Satu di antara programnya, menjadi Bapak/Bunda Asuh Anak Stunting (BAAS). (Tribunpekanbaru.com/Syafruddin Mirohi).

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved