Minggu, 26 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Kesehatan

Cara Meredakan Nyeri Haid dan Cara Meredakan Kram Menstruasi serta Makanan

Berikut cara meredakan nyeri haid dan cara meredakan kram menstruasi saat pertama kali haid atau bagi wanita dewasa serta makanan pereda haid

Penulis: pitos punjadi | Editor: Nolpitos Hendri
Ilustrasi
Cara Meredakan Nyeri Haid dan Cara Meredakan Kram Menstruasi serta Makanan 

Nyeri ini biasanya muncul satu atau dua hari sebelum menstruasi dimulai atau pada awal masa menstruasi. Sensasi nyeri dapat bervariasi dari ringan hingga berat, terlokalisasi di perut bagian bawah, punggung, atau paha.

Biasanya, rasa sakit ini akan mereda dalam waktu dua atau tiga hari. Dismenore primer merupakan jenis dismenore yang paling umum dialami oleh wanita.

Dismenore sekunder

Dismenore sekunder terjadi saat perempuan mengalami nyeri menstruasi akibat kondisi atau infeksi pada organ reproduksi.

Nyeri yang terkait dengan dismenore sekunder biasanya dimulai lebih awal dalam siklus menstruasi dan berlangsung lebih lama daripada kram menstruasi biasa.

Berikut adalah beberapa kondisi yang dapat menjadi penyebab nyeri dan kram menstruasi:

Endometriosis

Ini adalah kondisi di mana jaringan yang biasanya melapisi dinding rahim (endometrium) tumbuh di luar rahim. Karena jaringan ini juga ikut berdarah selama menstruasi, hal ini dapat menyebabkan pembengkakan, pembentukan jaringan parut, dan rasa sakit yang intens.

Adenomiosis

Adalah kondisi di mana lapisan rahim (endometrium) tumbuh ke dalam otot rahim. Hal ini dapat membuat rahim lebih besar dari biasanya, disertai dengan perdarahan yang tidak normal dan nyeri hebat.

Fibroid (tumor jinak)

Pertumbuhan non-kanker yang dapat muncul di dalam, luar, atau di dinding rahim. Fibroid ini bisa menjadi penyebab nyeri haid dan perdarahan yang berlebihan.

Penyakit radang panggul (PID)

Infeksi yang dimulai di dalam rahim dan dapat menyebar ke organ reproduksi lainnya. PID dapat menyebabkan nyeri pada perut atau nyeri saat berhubungan seks.

Stenosis serviks

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved