Minggu, 19 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Predator 30 Anak di Sumut Ditangkap: Buron Sebulan, Diamankan di Bekasi

sekitar 30 bocah laki-laki di Kabupaten Tapanuli Tengah diduga menjadi korban sodomi pria berinisial HCP (26) hingga trauma.

Tribunmedan.com/HO
Polres Tapteng menerbitkan DPO Hendri Cahaya Putra (26) tersangka dugaan pencabulan terhadap 30 anak laki-laki di Kecamatan Sorkam Barat, Kabupaten Tapanuli Tengah. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Update kabar predator anak di di Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara.

Pelaku mencabuli puluhan anak laki-laki.

Predator itu bernama Hendri Cahaya Putra atau HCP (26).

HCP sebelumnya sudah buron selama satu bulan.

AKP Arlin Parlindungan selaku Kasatreskrim Polres Tapteng mengatakan, HCP ditangkap di Bekasi, Jawa Barat, Rabu (6/12/2023).

Saat ini, polisi masih melakukan pemeriksaan singkat.

"Iya. Benar sudah ditangkap di Bekasi. Sebentar lagi akan disampaikan lengkapnya," kata Kasat Reskrim Polres Tapanuli Tengah, AKP Arlin Parlindungan, Kamis (7/12/2023).

Sebelumnya, sekitar 30 bocah laki-laki di Kabupaten Tapanuli Tengah diduga menjadi korban sodomi pria berinisial HCP (26) hingga trauma.

Baca juga: Tiga Kakek Cabul Hamili Cucu Kandung

Baca juga: Kepsek Gatal, Guru Hingga Wali Murid Dilecehkan, Kerap Menggoda Ingin Mencium Hingga Ajak ke Hotel

Korban telah melapor ke kantor Desa dan Polres Tapanuli Tengah, tapi keburu melarikan diri.

Kuasa hukum para korban Abdul Ali Simatupang mengatakan, pihaknya resmi melapor Polisi pada 14 November lalu.

 
Keluarga para korban pun sempat demo atas kejadian ini. Namun pelaku kabur dan tak kelihatan lagi sampai saat ini.

"Masyarakat, orangtua para korban sudah demo. Korban ini anak-anak dibawah umur semua,"ungkap Ali, Rabu (22/11/2023).

Dari data yang diperoleh Ali, ada 30 anak laki-laki yang diduga menjadi korban rudapaksa pelaku.

Korban bukan hanya di satu Desa, melainkan dua Desa.

Meski demikian, tak menutup kemungkinan ada korban lain yang bakal melapor.

"Total korban lebih dari 30 korban laporan yang masuk 1 Desa karena orang tua korban melapor ke Desa."

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved