Berita Riau
Terus Meluas, 7 Daerah di Riau Berstatus Siaga Darurat Banjir
Sebanyak tujuh kabupaten/kota di Provinsi Riau saat ini sudah menetapkan status siaga darurat banjir.
Penulis: Syaiful Misgio | Editor: M Iqbal
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Bencana banjir di Provinsi Riau terus meluas. Kondisi ini diperparah dengan tingginya intensitas hujan.
Tercatat tujuh kabupaten/kota di Provinsi Riau saat ini sudah menetapkan status siaga darurat banjir. Penetapan status tersebut mengingat saat ini curah hujan terus meningkat di Riau dan juga beberapa daerah sudah dilanda banjir.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) M Edy Afrizal, Kamis (28/12/2023) mengatakan, sebelumnya hanya empat kabupaten/kota di Riau yang menetapkan status siaga darurat banjir. Namun, saat ini total sudah tujuh kabupaten/kota yang menetapkan status siaga darurat banjir.
“Sebelumnya ada empat kabupaten/kota yang menetapkan status siaga darurat banjir, yakni kota Pekanbaru, Kabupaten Kampar, Rokan Hulu (Rohul) dan Bengkalis. Itu yang menjadi dasar kami untuk menetapkan status tingkat provinsi,” katanya.
Baca juga: Ratusan Rumah di Dumai Masih Tergenang Banjir
Sementara itu, untuk kabupaten lainnya yang baru saja menetapkan status siaga darurat banjir yakni Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Pelalawan, Kuantan Singingi (Kuansing). Namun pihaknya juga sudah mendapatkan informasi bahwa kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) juga akan menetapkan status serupa.
“Jadi sudah ada tujuh yang menetapkan status siaga banjir, delapan dengan Inhu. Tapi kami belum menerima SK nya, baru sebatas dapat informasi mereka akan menetapkan,” sebutnya.
Lebih lanjut dikatakannya, dari beberapa daerah yang sudah dilanda banjir, hingga saat ini sudah ada empat daerah yang mengajukan permohonan bantuan logistik berupa makanan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau.
"Empat daerah sudah mengajukan bantuan logistik ke provinsi dan sudah kita kirim. Keempat daerah itu Kuansing, Bengkalis, Rohul, dan Kampar," ujarnya.
Edy Afrizal mengatakan, bantuan logistik yang dikirim tersebut disesuaikan dengan permintaan dan kebutuhan daerah yang mengajukan. Seperti gula, sarden, minyak goreng, selimut, kain sarung, terpal, tikar dan sabun.
“Kalau untuk bantuan seperti beras, kami berkoordinasi dengan dinas sosial karena mereka yang memiliki stok beras,” katanya.
Baca juga: Ketinggian Banjir di Kawasan Simpang Supra Kecamatan Rambah Rohul Lebih dari 1 Meter
Seperti diketahui Pemprov Riau resmi menetapkan status siaga darurat bencana banjir, tanah longsor dan puting beliung. Status ini ditetapkan menyusul tingginya curah hujan di Riau hingga menyebab sejumlah wilayah di Riau dilanda banjir.
Edi mengatakan, penetapan status tersebut dengan pertimbangan beberapa daerah di Provinsi Riau telah menetapkan status siaga darurat banjir, tanah longsor dan angin puting beliung.
Hingga saat ini tercatat sudah ada 4 kabupaten kota yang sudah menetapkan status siaga banjir. Diantaranya Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Kampar dan Kota Pekanbaru.
"Dengan pertimbangan itu sudah cukup untuk provinsi menetapkan status siaga darurat hidrometeorologi," ujarnya.
Edi mengatakan status siaga bencana Hidrometeorologi tersebut terhitung sejak 22 Desember 2023 sampai dengan 31 Januari 2024. Penetapan status berdasarkan surat keputusan Gubernur Riau Nomor: Kpts. 7743/XII/2023 tentang Status Siaga Darurat Penanggulangan Bencana Hidrometeorologi Provinsi Riau tahun 2023.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/banjir-simpang-kumu-rohul.jpg)