Minggu, 12 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Berita Luar Negeri

Usai Giliran Bombardir Iran, Pakistan Berniat Damai

Ketegangan antara Iran dan Pakistan menemui titik didih setelah Pakistan membalas serangan Iran.

YouTube
Militer Pakistan 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Ketegangan antara Iran dan Pakistan menemui titik didih setelah Pakistan membalas serangan Iran.

Iran melakukan serangan dengan menembakkan rudal dan drone ke wilayah Pakistan bagian barat, Selasa (16/1/2024).

Iran berdalih serangan itu menargetkan militan teroris anti-Iran yang bersembunyi di wilayah itu.

Tak terima dengan serangan Iran, Pakistan pun melakukan serangan udara di wilayah Iran dengan alasan yang sama dengan Iran.

Namun pada hari Jumat (19/1/2024) Pakistan menyatakan keengganannya untuk meningkatkan ketegangan dengan Iran.

Pernyataan Pakistan itu terungkap setelah para pemimpin sipil dan militer di Islamabad berkumpul untuk menilai situasi menyusul serangan timbal balik terhadap pangkalan-pangkalan militan di wilayah masing-masing.

Perdana Menteri Sementara Anwaar ul Haq Kakar memprakarsai pertemuan Komite Keamanan Nasional yang mempunyai kekuasaan tinggi, dengan dihadiri semua petinggi militer.

Menteri Penerangan Murtaza Solangi menjelaskan, pertemuan tersebut bertujuan untuk melakukan peninjauan keamanan nasional secara luas setelah insiden Iran-Pakistan.

Kakar mempersingkat kunjungannya ke Forum Ekonomi Dunia di Davos dan terbang pulang pada hari Kamis.

Serangan balasan yang dilakukan kedua negara tersebut merupakan intrusi lintas batas tertinggi dalam beberapa tahun terakhir dan telah meningkatkan kekhawatiran mengenai memburuknya ketidakstabilan yang lebih luas di Timur Tengah.

Namun, kedua belah pihak telah mengisyaratkan keinginan untuk meredakan ketegangan, meskipun mereka memiliki sejarah hubungan yang sulit.

“Pakistan tidak tertarik atau berkeinginan untuk melakukan eskalasi,” kata Menteri Luar Negeri Pakistan Jalil Abbas Jilani melalui panggilan telepon dengan timpalannya dari Turki.

Iran mengatakan serangan hari Kamis menewaskan sembilan orang di sebuah desa perbatasan di wilayahnya, termasuk empat anak-anak.

Pakistan mengatakan serangan Iran pada Selasa menewaskan dua anak.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mendesak kedua negara untuk menahan diri secara maksimal.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved