Senin, 20 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Berita Riau

Pelatihan Tenun RAPP, Harapan Rahmi Melawan Kemiskinan

Univerisiti Malaysia Sabah (UMS) yang mengangkat Ustadz Abdul Somad, Lc, D.E.S.A., Ph. D sebagai Adjunct Professor di Fakulti Pengajian Islam, UMS.

|
Editor: M Iqbal
istimewa
Rahmi (baju biru) dengan semangat mengikuti pelatihan tenun yang digelar RAPP bekerjasama dengan Rumah Tenun Wan Fitri. 

Rahmi menjadi salah satu warga Kecamatan Pangkalan Kerinci yang dinilai layak mengikuti program pelatihan dari RAPP ini. Ia masuk dalam kategori keluarga miskin ekstrem. Pelatihan ini menjadi salah satu pilihan bagi Rahmi untuk keluar dari garis kemiskinan itu.

"Harapan saya dengan ikut pelatihan tenun ini adalah demi kehidupan yang lebih baik. Saya ingin bisa menenun untuk (dipasarkan) ke banyak acara, seperti selamatan," katanya ketika ditanya mengapa begitu bersemangat mengikuti pelatihan ini jauh-jauh ke Pekanbaru.

Walau katanya, kendala selama mengikuti pelatihan ada, namun ia tak patah arang. "Misalnya, kadang saat serius menenun benangnya malah putus. Tapi saya tetap semangat. Demi anak-anak," sebutnya polos dan dengan nada datar.

Rahmi juga tak luput mengungkapkan rasa terimakasih kepada RAPP, khususnya tim CD yang telah memfasilitasi untuk mengikuti pelatihan tenun.

"Harapan saya ke RAPP agar terus membantu warga seperti saya. Terimakasih banyak kepada RAPP atas dukungannya. Sejauh ini, dengan kondisi ekonomi yang sulit, apalagi setelah kepergian suami, saya bekerja sendiri dan belum mendapat bantuan terkait perekonomian dari pemerintah. Dengan pelatihan ini, saya berharap bisa lebih mandiri," sebutnya lagi.

Selain Rahmi, di kelompok Tenun Andalan ada juga Yulhendra, yang menjadi ketua kelompok. Tuntas mengikuti pelatihan ini, rumah Ira, sapaan akrabnya, akan menjadi workshop tenun di Pangkalan Kerinci. Di workshop ini, para peserta kelompok akan terus menenun menggunakan alat yang disediakan RAPP dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pelalawan.

Selain Ira dan Rahmi anggota lainnya di kelompok ini adalah Umi Kalsum, Ulandari, dan Selviana Hanum Sari. Secara bersama-sama, anggota Kelompok Tenun Andalan akan memproduksi kain tenun untuk dipasarkan sembari terus berlatih agar lebih mahir lagi.

Bagi Ira, pelatihan ini membawa arti besar di lingkungannya. Dia berharap RAPP bisa terus menjadi penggerak agar para ibu-ibu yang tidak bekerja atau anak-anak muda putus sekolah mendapatkan keterampilan untuk membuka lapangan kerja baru.

"Saya terus berharap agar RAPP ke depannya bisa memfasilitasi kawan-kawan lain, terutama yang putus sekolah agar memiliki peluang kerja. Menambah penghasilan warga lainnya," sebut wanita berwajah senyum ini.

Ira juga mengakui, dukungan dari suaminya sangat berperan besar hingga terbentuklah Kelompok Tenun Andalan. Selain itu, dukungan dari pihak kelurahan juga tak kalah pentingnya dalam upaya mengentaskan kemiskinan di sekitar tempat tinggalnya.

"Semoga kami satu kelompok ini bisa sukses di Pangkalan Kerinci, bisa memasarkan tenun buatan kami di daerah sendiri, bahkan hingga keluar kota nantinya. Semoga bisa mengajak ibu-ibu atau warga lainnya untuk ikut juga belajar menenun," harapnya dengan serius.

Sementara itu, Wan Mirdayati, pengelola Rumah Tenun Fitri, mengutarakan bahwa ia ingin para peserta benar-benar menjiwai tenun, tekun, serius, dan fokus. Agar nantinya bisa membuka lapangan kerja. Bisa mengembangkan tenun di Pelalawan untuk dipasarkan di sana. Bahkan tak menutup kemungkinan bisa dipasarkan hingga ke Jakarta atau daerah lainnya.

"Kunci agar peserta pelatihan cepat paham terkait tenun adalah di mindset. Jadikan hobby, dijiwai, disenangi. Jangan cepat putus asa," pesannya untuk para peserta pelatihan.

Kata Mirda, proses pembuatan kain tenun memang memakan waktu empat hingga tujuh hari karena terbilang cukup sulit. Tak heran, di Rumah Tenun Wan Fitri, harga yang dibanderol untuk sehelai kain bisa mencapai Rp 450 ribu hingga Rp 2,5 juta.

Dalam waktu sebulan, rumah tenun yang kini ia kelola bisa menghasilkan 150 hingga 200 helai tenun yang siap untuk dipasarkan. Ada yang merupakan karya para karyawan di Rumah Tenun Wan Fitri, ada juga karya dari para mitra.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved