Berita Riau
Pelatihan Tenun RAPP, Harapan Rahmi Melawan Kemiskinan
Univerisiti Malaysia Sabah (UMS) yang mengangkat Ustadz Abdul Somad, Lc, D.E.S.A., Ph. D sebagai Adjunct Professor di Fakulti Pengajian Islam, UMS.
"Karyawan kita 10 orang dan mitra mencapai 50 orang. Ada yang di Bengkalis, Dumai, Kuansing, bahkan ada yang berdomisili di Sumatera Barat. Mereka dahulu adalah binaan atau karyawan kita, setelah mahir mereka buka usaha tenun sendiri, tapi pemasarannya tetap kita bantu," jelas Mirda yang sudah menenun sejak 1985.
Menurut wanita 49 tahun ini, kain tenun bisa digambarkan sebagai cerminan orang Melayu. Ciri khas Orang Melayu yang menjadi kebanggaan daerah. Motif khas Melayu yang diproduksi di rumah tenun ini seperti pucuk rebung, tampuk manggis, siku keluang, siku awan, lebah bergayut, wajik bintang dan lain-lain.
Masing-masing motif memiliki filosofi sendiri. Misalnya motif pucuk rebung, bermakna kesuburan, kemakmuran dan keteguhan. Tampuk manggis, bermakna kasih sayang, Siku awan bermakna kelembutan, setia kawan dan persatuan. Motif lebah bergayut bermakna kekompakan dan kerja sama.
Tenun produksi Rumah Tenun Wan Fitri telah banyak dikenakan para petinggi negeri, seperti Presiden Joko Widodo, Presiden BJ Habibie, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Almarhumah Ibu Ani.
Rumah Tenun Wan Fitri ini juga telah mendapat banyak penghargaan dan mengikuti beberapa pameran hingga sampai ke Belanda.
Budaya Lokal dan Pengembangan Ekonomi
RAPP memilih Rumah Tenun Wan Fitri sebagai mitra dalam pelatihan tenun karena track record yang sangat bagus itu. Banyak harapan yang ingin diwujudkan dengan program ini. Terutama soal pengentasan kemiskinan ekstrem dan pengembangan ekonomi berlatar budaya lokal.
"Kegiatan pelatihan tenun ini kita gelar selama 2 minggu, sejak 15 Januari hingga 27 Januari 2024. Pesertanya lima orang dengan latar belakang berbeda yang diantaranya berasal dari keluarga miskin ekstrem," jelas CD Head RAPP F Leohansen Simatupang.
Katanya lagi, saat ini rumah produksi tenun belum ada di Kabupaten Pelalawan. Dengan adanya pelatihan ini diharapkan dapat menjadi cikal bakal pengembangan produk tenun sebagai produk unggulan Pelalawan, sehingga nantinya dapat menyerap tenaga kerja lokal, khususnya anak muda dan perempuan.
"Saat ini kita perlu mendorong sumber ekonomi baru berdasarkan penguatan kreatifitas budaya lokal, karena akan lebih sustainable karena melekat dengan budaya setempat. Tenun salah satunya," jelas Leo.
Dia berharap nantinya tenun juga berkembang baik di Pelalawan, seperti batik yang sudah menciptakan lapangan kerja yang luas di berbagai daerah di Riau. Terutama untuk anak-anak muda dan wanita, sebagai langkah empowering women.
"Program CD senantiasa mendorong terjadinya perubahan ke arah yang lebih positif. Tujuan pelatihan tenun yang digelar CD RAPP adalah untuk menciptakan sumber income, mendorong terciptanya lapangan kerja. Khususnya bagi masyarakat miskin ekstrem di sekitar operasional perusahaan. Hal ini sejalan dengan komitmen APRIL 2030, kemajuan inklusif," jelas Leo.
Pelatihan tenun di Rumah Tenun Wan Fitri meliputi pemahaman soal menghani atau membuat helaian benang untuk dijadikan lungsi pada alat tenun yang dinamakan hani.
Kemudian belajar bagaimana memasang benang lungsi pada alat tenun, memasukan benang lungsi ke mata gun sesuai dengan corak yang dibuat. Proses selanjutnya, memasukan benang lungsi ke sisir sesuai dengan corak tenun, lalu mengikat benang lungsi pada bum kain, dan benang ditenun satu per satu hingga menjadi sebuah kain.
"Pelatihan soal teknik ini baru salah satu support, selanjutnya akan ada coaching dari tim CD dan pihak Rumah Tenun Wan Fitri untuk memastikan para peserta bisa konsisten menenun. Selanjutnya kita bantu untuk pengembangan ke pasar. Bisa dipasok ke Rumah Tenun Wan Fitri dan ke pasar lokal, seperti ke masyarakat saat acara-acara, atau ke pihak RAPP, dan pemerintahan juga," urai Leo lagi.
| Disdikbud Rohil Digeledah Kejati Riau, Mengusut Kasus Tipikor Proyek Pembangunan dan Rehabilitasi |
|
|---|
| Pasien BPJS Kesehatan PBI Nonaktif di Riau Silahkan Berobat Seperti Biasa, Ditanggung Pemerintah |
|
|---|
| INFO untuk Warga Riau! Nama Pemilik Kendaraan Tak Sesuai STNK Kini Bisa Bayar Pajak, Ini Syaratnya |
|
|---|
| Guru di Siak Terancam 5 Tahun Penjara, Dinilai Lalai, Siswa Tewas Akibat Ledakan Senapan Rakitan |
|
|---|
| Rumah Diduga Milik Bandar Narkoba Diamuk Massa di Rohil, Ini Kronologinya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/Rahmi-ikut-pelatihan-tenun-RAPP.jpg)