Selasa, 14 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Ambung Gila, Permainan Tradisional di Lingga yang Memukau Wisatawan Lokal dan Mancanegara

Permainan tradisional di Lingga bernama Ambung Gila tak asing lagi di telinga masyarakat Pulau Mepar, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

|
Editor: Ariestia
Istimewa
PERMAINAN TRADISIONAL LINGGA - Permainan tradisional Lingga bernama Dang Lukah atau Ambung Gila yang berasal dari Pulau Mepar, Kecamatan Lingga, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri. Permainan ini telah ditetapkan sebagai WBTB milik Kabupaten Lingga tahun 2019. 

TRIBUNPEKANBARU, LINGGA - Ambung Gila merupakan permainan tradisional di Lingga yang tak asing lagi di telinga masyarakat Pulau Mepar, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Permainan rakyat Lingga ini adalah warisan budaya Melayu di Lingga yang masih dipercaya berbau mistis.

Disebut Ambung Gila karena saat dimainkan sebuah Ambung ini akan bergerak dengan sendirinya setelah dibacakan jampi-jampian oleh bomo atau orang yang mempunyai ilmu untuk memainkan.

Siapa sangka, permainan rakyat asal Lingga yang semula dimainkan oleh warga lokal saja, kini menjadi magnet baru khususnya buat wisatawan bahkan mancenagara yang mengunjungi Lingga.

Permainan yang berasal dari Pulau Mepar, Kecamatan Lingga ini ternyata mempunyai nama asli, yakni 'Dang Lukah'.

Hal itu diungkapkan oleh Tokoh orangtua di Pulau Mepar, Azhar.

Azhar merupakan warga yang mempunyai peran penting dalam permainan Dang Lukah ini.

Ia dipercaya sebagai orang membacakan doa atau membaca jampi-jampian.

Warga Lingga ini mengungkapkan, nama asli permainan ini Dang Lukah, bukan Ambung Gila seperti sebutan nama yang dikenal di masyarakat.

PERMAINAN TRADISIONAL LINGGA - Permainan tradisional Lingga bernama Dang Lukah atau Ambung Gila yang berasal dari Pulau Mepar, Kecamatan Lingga, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri. Permainan ini telah ditetapkan sebagai WBTB milik Kabupaten Lingga tahun 2019.
PERMAINAN TRADISIONAL LINGGA - Permainan tradisional Lingga bernama Dang Lukah atau Ambung Gila yang berasal dari Pulau Mepar, Kecamatan Lingga, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri. Permainan ini telah ditetapkan sebagai WBTB milik Kabupaten Lingga tahun 2019. (Istimewa)

"Kami menyebutnya Dang Lukah, jadi bukan Ambung Gila," kata dia baru-baru ini.

Azhar menjelaskan, permainan ini sudah dikenal secara turun temurun oleh orangtua dari zaman ke zaman.

"Memang ini permainan orangtua dulu-dulu, dari datok nenek kami lah permainan ini, memang namanya Dang Lukah," ujarnya.

Saat ini, permainan Dang Lukah sudah ditetapkan menjadi Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) oleh Kemendikbud pada 2019 milik Kabupaten Lingga, dengan nama 'Ambung Gila'.

Saat dikonfirmasi Pemerhati Sejarah dan Budaya Lingga, Lazuardi menjelaskan, bahwa nama Ambung yang berati keranjang.

Permainan itu memegang sebuah ambung atau keranjang yang dipakai orang dulu, untuk mengisi barang.
Lazuardi menerangkan, Dang Lukah merupakan istilah nama Ambung.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved