Senin, 18 Mei 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Ambung Gila, Permainan Tradisional di Lingga yang Memukau Wisatawan Lokal dan Mancanegara

Permainan tradisional di Lingga bernama Ambung Gila tak asing lagi di telinga masyarakat Pulau Mepar, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Ariestia
Istimewa
PERMAINAN TRADISIONAL LINGGA - Permainan tradisional Lingga bernama Dang Lukah atau Ambung Gila yang berasal dari Pulau Mepar, Kecamatan Lingga, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri. Permainan ini telah ditetapkan sebagai WBTB milik Kabupaten Lingga tahun 2019. 

"Dang Lukah berati Lukah atau Bubu (alat tradisional penangkap ikan-red)," sebut dia kepada TribunBatam.id, Sabtu (20/1/2024).

Namun saat ini, permainan yang dimainkan tersebut merupakan sebuah Ambung bukan lagi sebuah Lukah.

Dia menyebutkan, permainan yang dibawakan asli Lukah telah meninggal, sehingga muncul beberapa istilah yang berkembang.

Lazuardi sebelumnya mengungkapkan, bahwa ia pernah menemui seorang tokoh di Desa Mepar ini untuk menanyakan mantra saat memainkan Ambung Gila.

Hal itu ia lakukan, karena ingin membuat sebuah tulisan di buku sebagai acuan mengenal permainan rakyat di Kabupaten Lingga.

Dalam naskah-naskah lama peninggalan kerajaan yang ia temui, masih belum menemukan tulisan menyinggung permainan Ambung Gila di zaman kerajaan.

"Tapi itu tidak memungkinkan kalau Permainan ini telah diperkenalkan oleh masyarakat dulu. Namun, belum ditemukan permainan ini saat di zaman kerajaan pada kepemimpinan Sultan siapa," jelas pria yang pecinta ilmu sejarah Melayu ini.

Meski sering dianggap berbau mistis, Lazuardi mengatakan bahwa permainan ini hanya sebagai tontonan atau penghimbur.

Ia mengatakan, permainan ini pun tidak berisiko terhadap orang yang memainkannya.

Permainan ini dimainkan oleh dua atau tiga orang, atau bisa lebih.

Ambung ini pun dipegang oleh orang yang memainkannya dan diletakkan di atas kemenyan atau dupa yang telah dibacakan doa atau jampi-jampian oleh tokoh yang dipercayakan.
Saat dibacakan doa oleh bomo atau dukun, perlahan Ambung ini pun menjadi berat dan bergerak dengan sendiri.

Gubernur Ansar Ahmad dan Pariwisata Kepri

Di tempat terpisah, Gubernur Kepri, Ansar Ahmad mengungkap jika pariwisata Kepri masuk dalam peringkat ketiga dari seluruh pariwisata yang ada di Indonesia.

Saat mengunjungi Kabupaten Karimun, belum lama ini, ia mengungkap jika sejumlah kabupaten di Kepri menyumbang angka kunjungan wisata yang cukup besar di Kepri.

"Kepri menjadi tiga top kunjungan wisatawan mancanegara di Indonesia dari 38 provinsi setelah Bali dan DKI kemudian Kepri," ujar Gubernur Kepri, Ansar Ahmad.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved