PT RAPP

Tekan Prevalensi Stunting, Program RAPP Dipuji Ketua Apindo, Inovatif dan Berkelanjutan

Ketua Apindo Shinta Widjaja puji inisiatif dan kerja nyata yang dilakukan PT RAPP dalam menekan angka prevalensi stunting di wilayah operasionalny

Editor: Nurul Qomariah
ISTIMEWA
Ketua Apindo Shinta W Kamdani berinteraksi dengan peserta pelatihan penguatan Tim Pendamping Keluarga di Balai Seminai Pelalawan, Rabu (28/2/2024). Shinta memuji inisiatif dan kerja nyata yang telah dilakukan oleh PT RAPP dalam upaya menekan angka prevalensi stunting di wilayah operasionalnya. 

Shinta didampingi Direktur Utama RAPP Sihol Aritonang, Direktur RAPP Mulia Nauli, dan rombongan saat bertemu Bupati Zukri.

"Berkat dukungan RAPP, upaya kita berjalan baik dalam penanganan stunting. Terima kasih untuk RAPP dan Tanoto Foundation yang sudah memberikan pendampingan yang luar biasa untuk Pelalawan. RAS akan jadi pilot project bagi kita dalam penanganan stunting," jelasnya.

Bupati menuturkan, pada awal tahun 2024 ini angka stunting di Pelalawan menjadi 11,2 persen.

Angka tersebut sudah jauh di bawah target nasional sebesar 14 persen untuk tahun 2024.

Ke depan, dia berharap akan lebih banyak lagi RAS di Pelalawan. RAS menyediakan berbagai layanan untuk mencegah prevalensi stunting dan meningkatkan kualitas pengembangan dan pendidikan anak usia dini.

"Kita juga minta bantuan Apindo wujudkan Pelalawan zero stunting. Terimakasih atas dukungan RAPP dan Apindo. Bersama-sama kita mendorong tercapainya target pemerintah pusat dalam menekan angka prevalensi stunting," tutupnya.

Sementara itu, Sihol Aritonang mengatakan, sejak tahun 2020, APRIL Group meluncurkan komitmen berkelanjutan APRIL2030.

Satu di antara komitmen RAPP untuk mewujudkannya adalah menurunkan prevalensi stunting di Riau hingga 50 persen.

Kini angka stunting di Provinsi Riau berada pada 17 persen.

"Hal ini sejalan dengan prioritas pemerintah. Kita sangat berkomitmen menjalankan program penanggulangan stunting,” ucap Sihol.

“ Mulai dari yang bersifat advokasi hingga kegiatan yang berinteraksi langsung dengan masyarakat di lapangan," lanjutnya.

Sihol menuturkan, Apindo juga mempunyai komitmen untuk memobilisasi dan melibatkan para pengusaha Apindo untuk penanggulangan stunting.

Diberi nama gerakan 1.000 pengusaha gotong royong dengan program 'Gerakan Anak Sehat Kolaborasi Inklusif Pengusaha Indonesia Atasi Stunting (Gas-Kipas)'.

Gerakan ini dalam rangka menjalankan komitmen kolaboratif untuk melawan stunting dan menciptakan masa depan yang lebih cerah bagi generasi muda Indonesia.

Sebagai tambahan, diantara aksi nyata produsen pulp dan kertas terintegrasi ini dalam penanggulangan stunting antara lain menyalurkan bantuan alat-alat kesehatan (alkes) hingga 809 item.

Alkes diserahkan kepada Puskesmas di Kabupaten Siak, Kuantan Singingi, dan Pelalawan.

Bantuan itu diberikan dalam kurun waktu tahun 2023 hingga 2024.

Selain itu, PT RAPP juga memfasilitasi pelatihan 145 tenaga kesehatan di tiga daerah tersebut, tentang integrasi layanan primer (ILP) dan penggunaan alkes. (Rls/adv)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved