Senin, 13 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Gelorakan Tekstil Riau, APR Dukung Tekad Kuansing Jadi Sentra Batik

Batik Kuansing diharapkan terus menggelora dan menjadikan daerah ini sebagai sentra batik yang dikenal hingga ke seluruh penjuru Indonesia.

Editor: Ariestia
Istimewa
Bupati Kuansing Suhardiman Amby dan Presiden Direktur APR Basri Kamba, didampingi Bu Sura, meninjau proses produksi batik di Rumah Produksi Batik Nagori, Jumat (1/3/2024). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, TELUK KUANTAN - Desa Pisang Berebus, Kuantan Singingi (Kuansing) telah dinobatkan sebagai Kampung Batik pertama di Pulau Sumatera. Di daerah ini batik telah menjadi salah satu pendukung peningkatan ekonomi kreatif dan penyerapan tenaga kerja di Kecamatan Gunung Toar.

Bupati Kuansing Suhardiman Amby mengutarakan hal tersebut saat peresmian Rumah Produksi Batik Nagori dan pelatihan pewarnaan kain dengan teknik warna alam, Jumat (1/3/2024).

Bupati Kuansing Suhardiman Amby dan Presiden Direktur APR Basri Kamba meresmikan Rumah Produksi Batik Nagori, Jumat (1/3/2024).
Bupati Kuansing Suhardiman Amby dan Presiden Direktur APR Basri Kamba meresmikan Rumah Produksi Batik Nagori, Jumat (1/3/2024). (Istimewa)

Kegiatan ini didukung oleh Asia Pacific Rayon (APR) dan Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Badan Pengurus Daerah (BPD) Riau.

Batik Kuansing diharapkan terus menggelora dan menjadikan daerah ini sebagai sentra batik yang dikenal hingga ke seluruh penjuru Indonesia.

"Kita berharap ke depannya Batik Kuansing dan Rumah Batik Nagori terus berkembang dengan kolaborasi yang baik dengan pemerintah dan perusahaan. Seperti APR, yang hadir berperan langsung mendongkrak pertumbuhan batik kita. Kampung batik kita gelorakan hingga seluruh Indonesia tahu bahwa Kuansing sentra batik," sebut Bupati Suhardiman Amby.

Sementara itu Presiden Direktur APR, Basrie Kamba mengatakan kegiatan ini diharapkan bisa mengangkat tekstil Riau melalui industri-industri kecil dan menengah.

"Kolaborasi yang tulus itu penting. Baik dari segi industri, pengrajin, dan pemerintah. Kita ingin mengembangkan kekayaan batik Riau, karena kekhasan budayanya yang berpotensi bisa dituangkan ke dalam motif batik. Mudah-mudahan jadi bagian dari pengayaan batik di Indonesia," sebut Basri yang juga Ketua API BPD Riau.

Ia menambahkan, dukungan ini merupakan salah satu upaya dalam mewujudkan komitmen APR yang tertuang dalam APR2030, yakni menjadikan Riau sebagai pusat tekstil, yang saat ini kerap berkolaborasi dengan API.

Peran serta APR dalam pengembangan batik di Kuansing sejalan dengan program pemberdayaan perempuan.

Tujuannya meningkatkan kesejahteraan perempuan di sekitar operasional perusahaan.

Selain itu, viscose APR dibuat di tanah melayu Riau dengan bahan baku yang ditanam, diolah, ditanami kembali di Provinsi Riau termasuk di Kuansing, menambah rasa bangga ketika digunakan sebagai kain batik.

"Viscose bahan yang cocok untuk iklim negara kita, menyerap warna dengan cepat dan dapat terurai kembali ke tanah," tambah Basri.

Surmayanti, pemilik Rumah Produksi Batik Nagori Surmayanti menilai dukungan APR dan API terhadap batik di Kuansing memberi pengaruh besar.

Wanita yang akrab disapa Bu Sura ini adalah seorang Doktor yang juga merupakan mitra bina Community Development (CD) APR.

Sejak delapan tahun silam, Bu Sura telah gencar mempromosikan kerajinan batik dengan motif adat kebudayaan Kuansing. Belum lama ini, Bu Sura juga berkesempatan mengikuti Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) 2024.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved