Usaha Ecoprint Tidak Hanya Soal Cuan, tetapi Komitmen Menjaga Keberlanjutan Lingkungan
Marabel Craft, brand usaha kreatif di Pekanbaru yang menyajikan ragam motif kain dengan metode ecoprint yang lebih ramah lingkungan
Penulis: Firmauli Sihaloho | Editor: Firmauli Sihaloho
“Modern society will find no solution to the ecological problem unless it takes a serious look at its lifestyle,” Pope John Paul II.
TRIBUNPEKANBARU.COM - Satu dekade terakhir, brand fashion ternama berlomba-lomba meluncurkan produk ramah lingkungan. Seperti Louis Vuitton, Dior, Gucci, Hermes dan merek lainnya.
Langkah tersebut dilakukan seiring dengan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat dunia terhadap isu keberlanjutan yang terancam akibat perubahan iklim.
McKinsey dalam surveinya pada tahun 2020 menemukan lebih dari 60 persen responden di Amerika Serikat mengatakan mereka akan membayar lebih untuk produk dengan kemasan ramah lingkungan.
Kemudian pada studi terbaru NielsenIQ menemukan bahwa 78 persen konsumen AS mengatakan bahwa gaya hidup berkelanjutan penting bagi mereka.
Temuan serupa juga terjadi di Indonesia yang dirilis oleh Indikator Politik Indonesia dengan Yayasan Indonesia Cerah pada tahun 2021 silam.
Bahwa generasi Millenial dan Gen Z paham akan bahaya krisis iklim karena memiliki tingkat kepedulian yang tinggi.
Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia (IPI) Burhanuddin Muhtadi mengaku terkejut dengan temuan tersebut.
“Jika dibagi menjadi dua kelompok usia, mereka yang usia 17-26 tahun, mengetahui dan tingkat kepeduliannya mencapai 85 persen dan usia 27-35 tahun tercatat sebesar 79 persen. Jadi, mayoritas generasi Z itu sangat tinggi kepedulian akan isu perubahan iklim, bahkan lebih tinggi dari milenial. Semakin muda pemilih, semakin tahu mereka akan isu-isu ini. Saya cukup terkejut dengan hasil survei ini. Ini mengejutkan dan tentu menjadi sebuah berita yang menggembirakan," ujar Dia melalui siaran persnya, Rabu (27/10/2021).
Adapun survei tersebut menggunakan metode stratified multistage random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 4.020 responden dari 34 provinsi di Indonesia berusia 17 sampai 35 tahun.
Sementara di Pekanbaru, produk ramah lingkungan mulai bergeliat. Salah satunya usaha yang dirintis Marda Putut bersama dua rekannya sejak tahun 2017.
Dengan brand Marabel Craft, Marda menghadirkan kain bermotif dengan teknik ecoprint. Produk seperti baju batik, jilbab, mukenah, outer, blus dan kemeja dibuat dengan pewarna alami.
Banyak studi sepakat bahwa limbah pewarna sintetis dapat merusak ekosistem dan kesehatan. Disamping itu, pewarna sintetis juga membutuhkan banyak air.
Oleh sebab itu, perusahaan fashion diharapkan memperhatikan isu tersebut dan mempertimbangkan untuk kembali menggunakan pewarna alami dari tumbuhan.
“Mulai dari bahan dasarnya, kain kita menggunakan rayon atau sutra. Lalu untuk motifnya berasal dari daun jati, daun kelor, daun jarak dan daun lainnya. Kemudian untuk pewarna juga alami yang berasal dari kayu secang dan kayu mahoni. Sehingga, produk kita memang betul-betul ecoprint,” katanya kepada tribunpekanbaru.com, Jumat (8/3/2024).
| Arti Kata Shining Shimmering Splendid-Artinya, Arti Shining Shimmering Splendid dalam Bahasa Gaul |
|
|---|
| Arti Kata Homesick, Homesick Artinya, Arti Homesick dalam Bahasa Gaul hingga dalam Hubungan Asmara |
|
|---|
| Arti Kata Bad Angel, Bad Angel Artinya, Arti Bad Angel dalam Bahasa Gaul, Lirik Lagu Bad Angel |
|
|---|
| Arti Kata Rest Area, Rest Area Artinya, Fasilitas di Rest Area, Fungsi Rest Area, Bahasa Gaul |
|
|---|
| Arti Kata Screen Time, Screen Time Artinya, Arti Screen Time Kids, Durasi, Tips, Bahasa Gaul |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/ecoprint-Marabel-Craft.jpg)