Jumat, 10 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

KUR dari BRI Menopang Sektor Pertanian, Arbain Mendapatkan Kemudahan

Ditanyakan soal pendapatan dari bertani, Ia mengatakan tidak ada angka pasti karena cenderung fluktuatif yang tergantung harga di pasaran

tribunpekanbaru.com/firmaulisihaloho
Arbain, salah satu petani sayur di Jalan Adi Sucipto Kota Pekanbaru. Dengan bantuan KUR dari BRI, Arbain kini sukses mengembangkan pertaniannya. 

“Agriculture is our wisest pursuit, because it will in the end contribute most to real wealth, good morals, and happiness,” Pendiri Amerika Serikat, Thomas Jefferson.

TRIBUNPEKANBARU.COM - Aktivitas di kawasan pertanian di Jalan Adi Sucipto Kota Pekanbaru tak terlalu sibuk pada Minggu (10/3/2024) pagi. Hujan yang mengguyur membuat puluhan petak kebun itu terlihat sepi.

Sesekali hanya sepeda motor dengan keranjang yang dipenuhi beragam sayur melintas. Pengendara motor ini mengangkut sayur untuk kemudian dijual di pasar-pasar di Kota Bertuah.

Kawasan itu cukup kontras dengan kondisi perkotaan Pekanbaru yang bising dan disesaki gedung-gedung bertingkat.

Suasananya asri, lanskapnya nan hijau menyegarkan pikiran dan mata. Siapapun yang pertama kali ke Pekanbaru barangkali tak menyangka ada daerah seperti ini.

“Saya memulai bertani di sini sekitar tahun 2013 bersama istri dengan luas lahan hanya seperempat hektare saja,” kata Arbain, salah satu petani memulai pembicarannya kepada tribunpekanbaru.com.

Lahan yang Ia kontrak itu kemudian ditanami beragam jenis sayur, seperti bayam dan kangkung.

Dia mengatakan hasil panen dari kebun itu selalu habis karena rantai pasokan distribusi cukup baik. Apalagi, Provinsi Riau khususnya Kota Pekanbaru bukanlah daerah penghasil sayur-sayuran yang sangat bergantung dengan provinsi tetangga, Sumatera Barat.

Melihat potensi yang besar itu, Arbain yang juga berprofesi sebagai guru honor ini ingin mengembangkan pertaniannya. Namun karena keterbatasan modal, Ia mengurungkan niatnya itu.

“Lalu saya mendapat informasi dari teman sesama petani terkait KUR dari BRI yang bunganya sangat ringan. Awal pengajuan modal saat itu Rp 25 juta, lalu naik menjadi Rp 40 juta. Prosesnya sangat mudah dan cepat juga cairnya,” katanya.

Suntikan modal itu kemudian digunakan Arbain untuk menambah lahan pertaniannya menjadi satu hektare. Jenis tanaman tidak lagi hanya bayam dan kangkung, tapi kini ada , sawi, kemangi, selada, pakcoy bahkan jagung.

Tidak hanya dirinya, Arbain bersama petani lainnya mendapat perhatian lebih dari BRI. Sebab, mereka menjalin kerjasama melalui Memorandum of Understanding (MoU). Sehingga, pengajuan KUR lebih mudah.

“Dan tidak hanya KUR saja, kami para petani di sini juga dibina oleh BRI. Pada tahun 2020 kemarin, kami diberi alat tani seperti mesin siram, tank obat dan angkong,”  ujarnya.

Ditanyakan soal pendapatan dari bertani, Ia mengatakan tidak ada angka pasti karena cenderung fluktuatif yang tergantung harga di pasaran

“Kalau dirata-ratakan omset kita per bulan mulai dari Rp 1,5 hingga Rp 3 jutaan. Tapi bisa juga mencapai Rp 6 jutaan kalau sayur-sayur ini lagi langka,” ungkapnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved