Sopir Angkot Ditembak KKB

Detik-detik Sopir Angkot Ditembak KKB Papua, Sempat Menelpon Mengaku Terancam, Korban Disangka Intel

Korban smepat menempon rekannya dan mengaku dalam kondisi terancam . Sejurus kemudian ia ditembak dan angkotnya dibakar. KKB salah sasaran

Editor: Budi Rahmat
tangkap layar
KKB tembak sopir angkot 

"Setiap dia (Rusli) pulang merantau dari sedikit rezeki dia dapat dari perantauan tidak lupa menyumbangkan ke masjid dan orang-orang tidak mampu," paparnya, Rabu (12/6/2024), dikutip dari TribunJeneponto.com.

Hamka sempat bekerja bersama Rusli menjadi sopir di Jayapura.

Baca juga: VIRAL di X Twitter Tantangan untuk Mahasiswa UI KKN di Papua Wilayah KKB Papua, Berawal dari HAM

"Saya beberapa tahun pernah bersama dia, baik sekali, kalaupun dia mau ngobrol nanti dia ngomong pas ada hal penting saja," terangnya.

Hamka tak menyangka Rusli menjadi korban salah tembak KKB saat bekerja.

"Betul-betul kita merasa kehilangan, kami tidak menyangka orang sebaik dia dapat musibah seperti itu," tukasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Bulusibatang, Faisal Wahidin, mengatakan istri korban masih terdaftar sebagai warga Jeneponto.

"Kalau istrinya aslinya memang wargaku di Dusun Allu Loe, suaminya (Rusli) asli Desa Kareloe," tukasnya.

Korban dan istrinya kemudian pindah ke Kabupaten Gowa, Sulsel.

Selang beberapa tahun, korban merantau sendirian ke Papua.

"Cuma dia tinggal di Pallangga di Gowa, suaminya berangkat, istri dan anaknya tinggal di Gowa," kata dia. (*)

( Tribunpekanbaru.com )

Baca juga: Dua Polisi Gugur Ditembak KKB Papua, Dua AK-47 Dirampas

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved