Wartawan Terbakar Sekeluarga di Sumut

BG, Preman Besar Karo yang Suruh Bakar Rumah Wartawan Ternyata Mantan Ketua Ormas Ini

Bebas Ginting, otak pembakaran rumah wartawan di Karo yang menyebabkan empat orang tewas ternyata mantan ketua Ormas.

Editor: Muhammad Ridho
tangkap layar Tribun Medan
BG, Preman Besar Karo yang Suruh Bakar Rumah Wartawan Ternyata Mantan Ketua Ormas Ini 

Bebas Ginting sebelumnya pernah menjabat sebagai ketua ormas di Sumatera utara, tapi jabatannya berakhir pada tahun 2021.

"DPD Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Sumatera Utara perlu meluruskan pemberitaan terkait dugaan keterlibatan Bebas Ginting (BG) yang disebut sebagai ketua AMPI Kabupaten Tanah Karo. Kami jelaskan kalau Bebas Ginting bukan bagian dari AMPI dan tidak lagi ketua AMPI Kabupaten Tanah Karo sejak tahun 2021 sesuai keputusan DPD AMPI Sumatera Utara,"kata Sekretaris DPD AMPI Sumut Gabriel Nainggolan, Selasa (9/7/2024).

DPD AMPI Sumut menerangkan, sudah menunjuk Robert Hendra Ginting sebagai pelaksana ketua AMPI Kabupaten Karo.

Terkait tewasnya Rico Sempurna Pasaribu dan tiga anggota keluarganya, Gabriel Nainggolan menyebut mendukung polisi mengusut tuntas kasus ini.

"Tanggal 10 Februari 2022 dengan menunjuk saudara Robert Hendra Ginting sebagai pelaksana ketua DPD AMPI Kabupaten Karo. AMPI mendukung polisi mengusut tuntas kasus tersebut," pungkasnya.

Terekam CCTV

Saat konferensi pers di Polres Karo pada 8 Juli 2024, Kapolda Sumut Komjen Agung Setya Imam Effendi menyebut bahwa rumah korban dibakar.

Komjen Agung Setya Imam Effendi mengatakan SYT dan RAS terekam beberapa kamera pengawas (CCTV) yang ada di sekitar lokasi kejadian sebelum membakar, saat sedang mengintai.

Lalu pelaku SYT membakar rumah korban menggunakan bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite dicampur solar.

"Dari keterangan para saksi dan bukti-bukti yang kita dapat, kita tangkap saudara RAS dan saudara SYT yang menjadi pelaku atas kasus ini," ucap dia.

Pada Kamis (27/6/2024) dini hari sekitar pukul 03.00, dari rekaman CCTV terlihat satu tersangka menggunakan sepeda motor datang ke rumah korban.

Usai turun dari motor, salah satu pelaku berjalan ke arah rumah korban sambil membawa sesuatu.

Rekan pelaku kemudian datang menyusul ke TKP dengan mengendarai sepeda motor.

Tak lama berselang, terlihat api menyala dan kedua pelaku kabur meninggalkan TKP pada Kamis (27/06) sekitar pukul 03.17.

Dari hasil pemeriksaan ahli forensik terungkap Sempurna Pasaribu dan tiga anggota keluarganya masih hidup saat api kebakaran membakar tubuh mereka. 

( Tribunpekanbaru.com )

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved