Beruang Masuk Kampung di Kuansing
Detik-detik Beruang Masuk Pekarangan Rumah Warga di Kuansing Riau, Sempat Mau Ditembak
Seeokor beruang madu masuk ke pemukiman warga di Kabupaten Kuansing Riau pada Minggu (14/7/2024).
TRIBUNPEKANBARU.COM, KUANSING - Seeokor beruang madu masuk ke pemukiman warga di Kabupaten Kuansing Riau pada Minggu (14/7/2024).
Saat ini Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau Resort Petai melakukan perburuan beruang madu yang masuk ke pekarangan warga di Desa Kampung Baru, Kecamatan Sentajo Raya, Kuansing, Senin (15/7/2024).
Beruang madu masuk ke pekarangan warga dan membuat histeris penghuni rumah pada Minggu malam.
Pj Kades Kampung Baru, Kecamatan Sentajo Raya, Kabupaten Kuansing Wandi Gunawan menuturkan rumah warga yang dimasuki beruang tersebut adalah milik Vino, warga Desa Kampung Baru.
"Peristiwa itu terjadi pada Minggu (14/7/2024) sekitar pukul 21.00 WIB. Beruang itu masuk dengan cara memanjat pagar dan masuk pekarangan rumah pak Vino," ujar Wandi Gunawan, Senin (15/7/2024).
Wandi mengungkap Vino yang berprofesi sebagai polisi itu sempat akan menambak beruang yang masuk ke pekarangan rumahnya itu.
Baca juga: Breaking News: BKSDA Buru Beruang Masuk Kampung, Bawa Kerangkeng Besi untuk Perangkap
Baca juga: BBKSDA Riau Evakuasi Beruang Madu Terkena Jerat Tali Nilon di Perkebunan Warga Kabupaten Kampar Riau
"Namun pak Vino mengurungkan niatnya setelah ingat jika beruang merupakan hewan yang dilindungi," ujar Wandi.
Penampakan beruang itu pun langsung membuat heboh warga.
Wandi pun langsung melaporkan ke Camat Sentajo hingga Camat melaporkan ke BBKSDA.
"Malam itu saya langsung lapor ke pak Camat Sentajo Raya. Saya khawatir beruang tersebut menyerang warga, terlebih lokasi penampakannya dekat dengan sekolah dasar," ujar Wandi.
Sementara itu, petugas BKSDA Riau Resort Petai Siswiyono mengatakan bahwa pihaknya juga menerima laporan dari warga jika beruang madu tersebut sempat muncul di Kantor Camat Benai.
Kemunculan beruang tersebut pun sempat terekam CCTV kantor camat.
"Beruang tersebut muncul di Desa Ujung Tanjung, Kecamatan Benai, kemudian pindah ke Desa Siberakun, tapi tak dilaporkan warga," ujarnya.
Saat ini kata Siswiyono, pihaknya telah memasang dua perangkap. Satu di Siberakun, Benai dan kedua di Desa Kampung Baru, Sentajo Raya.
"Kita kasih umpan ikan kaleng dan minyak goreng. Kita tunggu sampai beberapa hari," ujarnya.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.