Kerangka Ibu dan Anak di Bandung

Curhatan Anak yang Ditemukan Jadi Tulang, Menyesal Punya Ayah Ingkar Janji, Tulis Selamat Tinggal

Sebelum ditemukan tewas menjadi tulang belulang, ternyata Elia Immanuel Putra sempat mencurahkan isi hatinya di media sosial.

Editor: Muhammad Ridho
via tribun bengkulu/facebook imanuel
Curhatan Anak yang Ditemukan Jadi Tulang, Menyesal Punya Ayah Ingkar Janji, Tulis Selamat Tinggal 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Sebelum ditemukan tewas menjadi tulang belulang, ternyata Elia Immanuel Putra sempat mencurahkan isi hatinya di media sosial.

Jejak digital Ibu dan anak tinggal tulang di Bandung tersebut menjadi sorotan netizen.

Dalam unggahannya, Elia Immanuel Putra mengaku menyesal lahir dari ayah yang ingkar janji.

"Saya menyesal telah dilahirkan ke dunia ini dan menyesal punya ayah yang tidak bertanggung jawab padaku selama 5 tahun ini," tulis Immanuel.

"Saya tidak suka saat begitu dia (My Father) membuat janji tapi tidak ditepati," tegasnya.

Pilunya lagi Immanuel bahkan menuliskan postingan seolah memiliki firasat bahwa ia akan pergi jauh.

"Goodbye.

"Aku akan pergi ke tempat yang jauh, jauh dari kebisingan kota, aku pergi menenangkan hidupku, pergi jauh dari kota.

"Hidup sendirian di hutan, hidupku sangat terluka dengan dunia ini, termasuk ayahku yang membuatku hidup lebih menderita.

"Selamat tinggal Kota Selamat datang Forest," ungkap Immanuel.

Diberitakan sebelumnya, kerangka ibu bernama Indah Hayati(55) dan anaknya Elia Immanuel Putra (24) ditemukan dalam rumah mereka di Perumahan Tani Mulya, RT 11/15, Desa Tani Mulya, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung, Senin (29/7/2024).

Kerangka mereka ditemukan terbaring di tempat tidur dalam rumah yang dijual di Padalarang, Bandung Barat.

Selama ini, warga mengira Indah dan anaknya Ela sudah pindah rumah.

Hal itu karena di bagian rumah terdapat tulisan bahwa rumah ini dijual.

Ai Suryati (54), tetangga Indah mengatakan, terakhir bertemu dengan ibu dan anak tersebut sebelum pandemi COVID-19. Setelah lama bertemu, Ai pun mengira bahwa ibu dan anak tersebut sudah pindah rumah.

"Kabarnya pernah meminta surat pindah ke RT dan RW, apalagi selama ini warga pun tidak pernah mencium bau mayat dari rumah itu," kata Ai, Senin (29/7/2024).

Di bagian rumah terdapat tulisan bahwa rumah ini dijual, bahkan sempat ada beberapa kali yang menanyakan terkait dijualnya rumah tersebut.

"Tapi katanya pas menghubungi nomor yang dicantumkan tidak aktif, kami juga tidak tahu kan. Jadi semuanya sudah tahu rumah tahu kosong," ucap Ai.

Coretan Dinding

Ditemukan ada pesan dari Elia Immanuel Putra dan ibunya yang ditujukan kepada sang ayah, Mudjoyo Tjandra.

Elia Immanuel Putra curhat ayahnya yang tidak menempati janji untuk membiayai sekolahnya.

Bahkan sang anak akan membawa janji ayahnya hingga meninggal.

"Surat untuk Mudjoyo, kalau buat janji jangan buat janji kalau gak bisa nepatin janji, Aku mau sekolah katanya mau bayar aku sekolah, tapi semua itu dusta. Akan kubawa sampai mati semua janji manismu!," tulisnya dilansir dari Youtube tvOneNews, Selasa (30/7/2024).

"Aku hanya minta uang sekolah tapi kau seperti itu, katanya raihlah cita-cita setinggi langit tapi kau tidak dukung aku dengan biaya sekolah," imbuhnya.

Dalam tulisan itu, sang anak juga meminta maaf kepada ayahnya karena tidak bisa menjadi anak yang sempurna.

"Maafkan aku tidak bisa jadi anak yang sempurna karena manusia tidak ada yang sempurna," tulisnya.

Tak hanya itu, terdapat juga pesan meminta Mudjoyo Tjandra untuk tidak menyakiti wanita lain jika ingin menikah lagi.

"Jikalau kau menikah lagi, aku harap kau jangan menyakiti istri ketigamu nanti, aku lihat kau sudah meminang istri baru lagi kan, yang dari Ciamis yang foto bersamamu itu dipajang di FB Hendra Setiawan," katanya.

Lebih lanjut, ia bak memberikan petunjuk kepada polisi untuk menemukan sebuah USB yang berisi pesan lain.

Tulisan lainnya yaitu, "Warning !!! Cari USB ada 4 USB Drive aku tulisan pesan untuk dibaca pak polisi dalam bentuk web," dalam tulisan itu.

Selain itu ada juga tulisan pesan yang ditujukan kepada warga setempat.

Ibu dan anak itu meminta agar rumah yang mereka tempati dijadikan masjid atas nama mereka jika ayahnya merebut paksa hak mereka.

"Kalau Mudjoyo Jandra tidak menyerahkan untuk didirikan mesjid di tempat ini berarti sudah menjadi penjahat karena merebut hak saya dan warga Tanimulya. Untuk warga RT 10 Pak RT tolong tagih rumah ini untuk jadi mesjid atas kemaatian saya," dalam tulisan itu.

Sebelumnya,awal penemuan dua kerangka ibu dan anak itu bermula saat mantan suami korban datang ke rumah di Bandung Barat (KBB), Jawa Barat.

Adapun sosok mantan suami Indah bernama Mudjoyo Tjandra.

Mudjoyo Tjandra saat itu berkunjung pertama kali setelah bertahun-tahun berpisah dari istri dan anaknya.

Diungkap oleh Ai Suryati (54) warga sekitar, Indah dan Mudjoyo Tjandra telah bercerai sejak delapan tahun lalu.

Sementara, Indah dan putrinya terakhir bertemu dengan warga sebelum pandemi Covid pada tahun 2019.

"Udah delapan tahunan lebih udah pisah, terakhir ketemu sebelum corona, saya lupa tahunnya, itu pun tidak sama sekali ngobrol. Kalau mau kerja juga hanya lewat saja," ujar Ai Suryati, dilansir dari Youtube Tribun Jabar.

Adapun awal mula penemuan dua kerangka ibu dan anak itu bermula saat saat mantan suami Indah berkunjung ke rumah tersebut.

Maksud kedatangan mantan suami Indah hendak mengambil barang di rumah tersebut.

"Dia (Mudjoyo Tjandra) sempat laporan untuk membuka gembok mau ngambil sesuatu di dalam karena status mereka ini sudah bercerai sejak tahun 2018," ujar ujar Kapolsek Padalarang, AKP Kusmawan di lokasi, Senin (29/7/2024) dilansir dari Tribunjabar.com.

Sementara kondisi rumah sudah tidak terawat karena warna cat sudah pudar dan di bagian luar sudah dipenuhi rumput liar.

Merasa aneh, Mudjoyo Tjandra meminta bantuan RT dan warga untuk menjebolkan pintu yang digembok.

"Namun saat akan masuk ke dalam rumah, kondisi pagar pintunya tergombok. Sehingga, suaminya menghubungi RT dan warga untuk minta bantuan dengan menjebol," lanjutnya.

Setelah pintu terbuka dan dilakukan pengecekan di dalam rumah, kata Kusmawan, akhirnya dua kerangka mayat ibu dan anak tersebut ditemukan di tempat tidur.

"Posisi saat ditemukan, kerangka tersebut terbaring di tempat tidur. Jadi, yang ditemukan ada dua kerangka yang diduga ibu dan anak. Posisinya di dua kasur yang berbeda," kata Kusmawan.

( Tribunpekanbaru.com )

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved