Senin, 13 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Polisi Dianiaya Oknum TNI di Batam

UPDATE Dua Polisi Dianiaya Oknum TNI di Batam: Penyebab dan Babinsa AP Sudah Ditahan

Saat diperiksa, AP mengaku tidak mengenal korban dan menyadari korban yang dianiaya bukanlah orang yang dicari.

IST
Update penganiayaan Oknum TNI terhadap Polisi di Batam 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Update kasus Polisi Dianiaya Oknum TNI di Batam yang viral di media sosial.

Video Polisi Dianiaya Oknum TNI di Batam itu menyebar dan mendapat perhatian di publik.

Sebab, terlihat bagaimana proses penganiayaan terjadi.

Terkait peristiwa Polisi Dianiaya Oknum TNI di Batam ini,Komandan Distrik Militer (Dandim) 0316/Batam, Kolonel Inf Rooy Chandra Sihombing menjelaskan kasus tersebut.

Dia membenarkan satu oknum prajurit TNI dari Kodim 0316/Batam ikut menganiaya dua anggota Polsek Sei Beduk, Batam, Kepulauan Riau.

Prajurit yang dimaksud berinisial AP dan bertugas sebagai Bintara Pembina Desa (Babinsa) di Koramil Lubuk Baja Batam.

Saat ini, AP telah ditahan dan akan mengikuti proses persidangan militer.

"Satu oknum personel kami yang terlibat bertugas di Koramil Lubuk Baja berinisial AP. Dia terlibat dalam penganiayaan kemarin malam di pos terpadu Simpang Dam Mukakuning," kata Rooy saat ditemui di Markas Kodim 0316/Batam, Jumat (16/8/2024) sore.

Dari hasil pemeriksaan, AP mengaku melakukan kekerasan secara spontan.

Hal ini berkaitan dengan laporan seorang temannya yang mengaku mendapat gangguan di area pos terpadu Simpang Dam.

Rooy mengatakan, AP memiliki niat baik untuk membantu, tapi sebagai pimpinan, Rooy juga menyayangkan tindakan anarkistis yang dilakukan oleh anggota Babinsa tersebut.

Baca juga: VIDEO DETIK-DETIK Dua Anggota Polisi Dianiaya Oknum TNI di Batam

Baca juga: Motif Perampok Agen Bank Plat Merah Berbaju Polantas di Pelalawan Riau, Terlilit Utang Judi Online

Saat diperiksa, AP mengaku tidak mengenal korban dan menyadari korban yang dianiaya bukanlah orang yang dicari.

"Awalnya dia mendapat laporan dari salah satu rekan yang ikut menganiaya. Katanya rekan sipil personel kami ini mendapat gangguan. Mereka langsung berangkat ke sana dan memang dia berpakaian dinas lengkap. Niatnya baik, namun tindakan yang dilakukannya tidak bagus dan malah salah sasaran menurut dia," jelasnya.

Selain anggota polisi, korban penganiayaan AP dan beberapa rekannya juga berasal dari warga sipil yang berada di lokasi saat peristiwa itu terjadi.

Rooy menyebut saat ini pihaknya membantu polisi melakukan penyelidikan, yakni dengan mengumpulkan keterangan saksi dan memastikan identitas tiga orang lainnya dari warga sipil sipil yang ikut menganiaya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved